
Calon Promotor Program Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran Tahun 2026
Nama Lengkap : Prof. Dr. Tri Mayanti, dra., M.Si.
E-mail : [email protected]
Bidang Keahlian : Kimia Organik Bahan Alam
Prodi S3 Calon Mahasiswa: Ilmu Kimia
Judul Penelitian yang Ditawarkan:
Senyawa-Senyawa Sitotoksik Dari Tanaman Pisitan (Lansium Domesticum Corr Cv. Piedjietan) sebagai Kandidat Antikanker Payudara
Cytotoxic Compounds from Pisitan Plant (Lansium Domesticum Corr Cv. Piedjietan) as Anti-Breast Cancer Candidates
Abstrak:
Kanker merupakan salah satu prevalensi penyakit yang tidak menular dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2022 kanker payudara menjadi kasus kanker terbanyak nomor satu (66.271 kasus) dengan mortalitas ketiga tertinggi yaitu sebanyak 22.598 kasus di Indonesia. Dalam menangani kasus kanker, beberapa obat yang berasal dari bahan alam khususnya senyawa terpenoid dan turunan steroid telah dikembangkan dan dikomersialkan sebagai obat antikanker seperti turunan artemisin, taksol, dan magesterol asetat. Namun senyawa-senyawa tersebut dapat dikatakan belum efektif berkaitan dengan toksisitas, resistensi obat jangka panjang, dan bioavailabilitas rendah. Oleh karena itu eksplorasi agen antikanker dari bahan alam masih harus terus dilakukan sebagai strategi untuk pengobatan kanker yang efektif dan tertarget langsung pada sel kanker. Dari penelitian berkelanjutan kami untuk menemukan senyawa aktif baru dari Lansium domesticum, telah diperoleh beberapa senyawa baru yang menunjukkan berbagai bioaktivitas yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Bioaktivitas yang telah dilaporkan dari ekstrak maupun senyawa hasil isolasi dari spesies ini adalah sebagai antifeedant, antimicrobial, antimalaria, antikanker, antioksidan, insektisidal, dan antimutagenis. Tiga senyawa tetranortriterpenoid baru yang diberi nama kokosanolid A, B dan D telah berhasil diisolasi dari kultivar kokosan dan diuji aktivitasnya terhadap sel kanker payudara MCF-7. Lima triterpen onoceranoid, yaitu 8,14-secogammacera-7,14-dien-3,21-dion, 8,14-secogammacera-7,14(27)-dien-3,21-dion, 8,14-secogammacera-7-en-14-hidroksi-3,21-dion, 3,14,21-trihidroksi-8,14-secogammacera-7-en dan 3-hidroksi-8,14-sekogamasera-7,14-dien-21-on juga telah diisolasi dari bagian kulit batang dan kulit buah kokosan. Sebuah senyawa sikloartanoid baru, 9,19-siklolanost-24-en-3-on, 21,23 epoksi-21,22-dihidroksi (21R, 22S, 23S) juga telah diperoleh dari daun kokosan. Beberapa senyawa hasil isolasi telah diuji aktivitasnya terhadap sel kanker payudara MCF-7, dua diantaranya menunjukkan aktivitas yang sangat baik (kokosanolid A dengan IC50 8,62 ppm dan 9,19-siklolanost-24-en-3-on, 21,23 epoksi-21,22-dihidroksi (21R, 22S, 23S) dengan IC50 1,13 ppm). Peluang untuk menggali potensi senyawa-senyawa aktif lain dari tumbuhan Lansium masih terbuka luas mengingat masih terbatasnya laporan mengenai keberadaan senyawa-senyawa aktif terutama yang berasal dari kultivar pisitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan struktur senyawa triterpenoid dari biji dan kulit buah L. domesticum Corr. kultivar piedjietan serta menentukan aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker payudara MCF-7 secara in vitro dan in silico. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi biji dan kulit buah L. domesticum Corr. dengan pelarut etanol, kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan butanol. Tahapan selanjutnya, ekstrak dipisahkan dan dimurnikan menggunakan metode kromatografi kolom dengan eluen yang sesuai untuk memperoleh senyawa murni. Luaran yang ditargetkan selama penelitian adalah tiga atikel (satu artikel per tahun) pada jurnal internasional terindeks Scopus minimal Q3. Penelitian ini merupakan riset dasar yang akan menghasilkan hipotesis mengenai mekanisme kerja terhadap aktivitas sitotoksik pada sel kanker payudara MCF-7 sehingga kesiapan teknologi yang telah dicapai adalah level 2 dengan persiapan ke arah lanjutan untuk mengidentifikasi dan memprediksi karakteristik/sifat dan kapasitas unjuk kerja senyawa aktif dalam model riset in vivo dan in vitro (level 3). Keberhasilan penelitian dalam memperoleh informasi mengenai sifat farmakologi dan toksikologi senyawa sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 dari kulit buah dan biji L. domesticum cv piedjietan bermanfaat sebagai informasi awal yang penting dalam penemuan obat herbal terstandar untuk kanker payudara yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk membuat sediaan fitofarmaka guna melayani kesehatan masyarakat.
Abstract:
Cancer is one of the most prevalent non-communicable diseases, with incidence increasing each year. According to data from the World Health Organization in 2022, breast cancer ranked as the most common cancer in Indonesia, with 66,271 cases, and had the third highest mortality rate, with 22,598 deaths.
In the treatment of cancer, several drugs derived from natural products—particularly terpenoid and steroid derivatives—have been developed and commercialized as anticancer agents, such as artemisinin derivatives, taxol, and megestrol acetate. However, these compounds are considered not fully effective due to issues related to toxicity, long-term drug resistance, and low bioavailability. Therefore, the exploration of anticancer agents from natural sources remains essential as a strategy to develop effective and targeted cancer therapies.
From our ongoing research aimed at discovering new bioactive compounds from Lansium domesticum, several new compounds have been obtained, showing various promising bioactivities worthy of further investigation. Reported bioactivities of extracts and isolated compounds from this species include antifeedant, antimicrobial, antimalarial, anticancer, antioxidant, insecticidal, and antimutagenic activities.
Three new tetranortriterpenoid compounds, named kokosanolide A, B, and D, have been successfully isolated from the kokosan cultivar and evaluated for their activity against MCF-7 breast cancer cells. In addition, five onoceranoid triterpenes—8,14-secogammacera-7,14-dien-3,21-dione; 8,14-secogammacera-7,14(27)-dien-3,21-dione; 8,14-secogammacera-7-en-14-hydroxy-3,21-dione; 3,14,21-trihydroxy-8,14-secogammacera-7-ene; and 3-hydroxy-8,14-secogammacera-7,14-dien-21-one—have also been isolated from the stem bark and fruit peel of the kokosan plant. Furthermore, a new cycloartanoid compound, 9,19-cyclolanost-24-en-3-one, 21,23-epoxy-21,22-dihydroxy (21R, 22S, 23S), has been isolated from the leaves.
Several isolated compounds have been evaluated for cytotoxic activity against MCF-7 breast cancer cells, with two compounds demonstrating particularly strong activity: kokosanolide A (IC₅₀ = 8.62 ppm) and 9,19-cyclolanost-24-en-3-one, 21,23-epoxy-21,22-dihydroxy (21R, 22S, 23S) (IC₅₀ = 1.13 ppm).
The opportunity to further explore bioactive compounds from the Lansium genus remains wide open, given the limited reports on active constituents, particularly from the pisitan cultivar. This study aims to isolate and elucidate the structures of triterpenoid compounds from the seeds and fruit peel of L. domesticum Corr. cultivar piedjietan, as well as to evaluate their cytotoxic activity against MCF-7 breast cancer cells using both in vitro and in silico approaches.
The methodology involves extraction of the seeds and fruit peel of L. domesticum using ethanol, followed by fractionation with n-hexane, ethyl acetate, and butanol. Subsequently, the extracts will be separated and purified using column chromatography with appropriate eluents to obtain pure compounds.
The expected outputs of this research include three scientific articles (one per year) to be published in international Scopus-indexed journals (minimum Q3). This research is categorized as basic research, which will generate hypotheses regarding the mechanism of cytotoxic activity against MCF-7 breast cancer cells. The current level of technological readiness is at level 2, with further development planned toward level 3, focusing on identifying and predicting the characteristics, properties, and performance capacity of active compounds in both in vitro and in vivo research models.
The successful identification of pharmacological and toxicological properties of cytotoxic compounds from the fruit peel and seeds of L. domesticum cv. piedjietan is expected to provide essential preliminary data for the development of standardized herbal medicines for breast cancer, which can be further developed into phytopharmaceutical products for public healthcare applications.