May 7, 2026

BPDP 2026-Atikah Nurhayati

Calon Promotor Program Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran Tahun 2026

 

Nama Lengkap : Dr. Atikah Nurhayati, S.P., M.P.

E-mail [email protected]

Bidang Keahlian : Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan; Sosiologi Masyarakat Perikanan Dan Pesisir

Prodi S3 Calon Mahasiswa: Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan

Judul Penelitian yang Ditawarkan:

Budidaya Rumput Laut sebagai Solusi Berbasis Alam yang Adaptif terhadap Iklim: Penilaian Jasa Ekosistem Terpadu, Akuntansi Karbon, dan Jalur Tata Kelola Bioekonomi untuk Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan

Seaweed Aquaculture as a Climate-Adaptive Nature-Based Solution: Integrated Ecosystem Service Valuation, Carbon Accounting, and Bioeconomic Governance Pathways for Sustainable Blue Economy Development

 

Abstrak:

Budidaya rumput laut di Zanzibar, yang didominasi oleh perempuan pesisir di Pulau Pemba Utara, berpotensi besar sebagai solusi berbasis alam (Nature-based Solution/NbS) yang adaptif terhadap perubahan iklim. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan ekologis, ekonomi, dan tata kelola yang menghambat pengembangan ekonomi biru berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menilai nilai jasa ekosistem (pasar dan non-pasar) dari budidaya rumput laut melalui penilaian jasa ekosistem terpadu; (2) mengembangkan kerangka akuntansi karbon untuk mengukur potensi sekuestrasi karbon rumput laut dalam kondisi ekologi spesifik Zanzibar; (3) membangun jalur tata kelola bioekonomi yang mengelola persimpangan antara sumber daya biologi dan sistem ekonomi; serta (4) mendorong pengembangan ekonomi biru berkelanjutan yang menjaga kesehatan lingkungan laut. Desain mixed methods interdisipliner digunakan, mengintegrasikan ekologi kelautan, akuntansi karbon, pemodelan bioekonomi, dan analisis tata kelola. Data dikumpulkan dari lima lokasi budidaya utama di Pemba Utara (Kojani, Kiungoni, Kambini, Kiwani, dan Mjini Kiuyu) melalui 12 sampel ekologi air, survei kuesioner (n=50), dan wawancara mendalam (n=100 responden). Analisis mencakup indeks TRIX, metode saprobitas, Life Cycle Assessment (LCA), pemodelan bioekonomi (NPV, IRR, B/C ratio, simulasi Monte Carlo), serta Institutional Analysis and Development (IAD) framework. Penelitian ini diharapkan menghasilkan model akuntansi karbon biru pertama yang terstandardisasi untuk budidaya rumput laut Zanzibar dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang berkontribusi pada pencapaian SDGs 14, SDGs 13, dan SDGs 1.

Kata kunci: Akuntansi Karbon, Penilaian Jasa Ekosistem, SDGs 14, Budidaya Rumput Laut, Zanzibar

 

Abstract:

Seaweed aquaculture in Zanzibar, predominantly practiced by women in North Pemba Island, holds considerable potential as a climate-adaptive nature-based solution (NbS). However, the sector continues to face ecological, economic, and governance challenges that limit its development as a sustainable blue economy. This study aims to: (1) assess the ecosystem service value (market and non-market) of seaweed aquaculture through integrated ecosystem service valuation; (2) develop a carbon accounting framework to quantify the carbon sequestration potential of seaweed under Zanzibar’s specific ecological conditions; (3) establish bioeconomic governance pathways that manage the intersection of biological resources and economic systems; and (4) promote sustainable blue economy development that maintains marine environmental health. An interdisciplinary mixed-methods design is employed, integrating marine ecology, carbon accounting, bioeconomic modeling, and governance analysis. Data are collected from five major cultivation sites in North Pemba (Kojani, Kiungoni, Kambini, Kiwani, and Mjini Kiuyu) through 12 ecological water samples, questionnaire surveys (n=50), and in-depth interviews (n=100 respondents). Analyses include the TRIX index, saprobitas method, Life Cycle Assessment (LCA), bioeconomic modeling (NPV, IRR, B/C ratio, Monte Carlo simulation), and the Institutional Analysis and Development (IAD) framework. This research is expected to produce the first standardized blue carbon accounting model for Zanzibar seaweed aquaculture and deliver evidence-based policy recommendations contributing to the achievement of SDGs 14, SDGs 13, and SDGs 1.

Keywords: Carbon Accounting, Ecosystem Service Valuation, SDG 14, Seaweed Aquaculture, Zanzibar

Artikel terkait