May 7, 2026

BPDP 2026-Cucu Suherman Victor Zar

Calon Promotor Program Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran Tahun 2026

 

Nama Lengkap : Prof. Dr. Cucu Suherman Victor Zar, Ir., M.Si.

E-mail [email protected]

Bidang Keahlian : Ekofisiologi Tanaman Perkebunan Penghasil Getah dan Minyak

Prodi S3 Calon Mahasiswa: Bioteknologi

Judul Penelitian yang Ditawarkan:

Rekayasa dan Aplikasi Bioformulasi Konsorsium Mikroorganisme untuk Induksi Ketahanan Sistemik dan Pengendalian Hayati Terintegrasi pada Sistem Budidaya Cabai (Capsicum annuum L.)

 

Engineering and Application of Microbial Consortium Bioformulations for Inducing Systemic Resistance and Integrated Biological Control in Chili Cultivation Systems (Capsicum annuum L.)

 

Abstrak:

Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia, dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Produktivitas cabai sering menurun akibat serangan hama seperti ulat grayak, kutu daun, thrips, serta patogen jamur dan bakteri, yang berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil panen. Pengendalian kimiawi memiliki keterbatasan, termasuk resistensi hama, residu pestisida, dan dampak lingkungan negatif. Pendekatan pengendalian hayati berbasis mikroorganisme terbukti dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres biotik melalui mekanisme induksi ketahanan sistemik (ISR), sekaligus memperbaiki pertumbuhan tanaman. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada satu jenis mikroba, sehingga potensi sinergis dari konsorsium mikroorganisme multifungsi yang mencakup agen antagonis, PGP, dan entomopatogen masih jarang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengaplikasikan bioformulasi berbasis konsorsium mikroorganisme untuk induksi ketahanan

sistemik dan pengendalian hayati terintegrasi pada cabai. Pendekatan penelitian meliputi seleksi strain unggul, uji kompatibilitas, rekayasa bioformulasi (padat/cair), uji efektivitas terhadap hama dan patogen utama, serta evaluasi modulasi fisiologi tanaman melalui parameter ekofisiologi seperti Fv/Fm, klorofil, aktivitas enzim antioksidan, prolin, dan senyawa fenolik. Metode penelitian bersifat eksperimental dan dilaksanakan bertahap selama empat tahun, mulai dari pembangunan konsorsium dan optimasi bioformulasi, uji efektivitas biologis dan respons fisiologis tanaman, integrasi pada sistem budidaya semi-lapang, hingga validasi lapangan dan penyusunan protokol aplikasi. Penelitian ini diproyeksikan mencapai TKT 3–7, mulai dari bukti konsep di laboratorium hingga validasi di lapangan dan potensi aplikasi nyata dalam sistem budidaya cabai. Luaran yang diharapkan mencakup konsorsium mikroba stabil, bukti pengendalian hayati dan modulasi fisiologi, model interaksi tanaman–mikroba–hama, protokol teknologi terapan, serta publikasi internasional bereputasi terindeks Scopus dan WoS.

 

Abstract:

Chili (Capsicum annuum L.) is an important horticultural commodity in Indonesia, with continuously increasing market demand. Chili productivity often declines due to pest attacks such as armyworms, aphids, and thrips, as well as fungal and bacterial pathogens, which affect both the quality and quantity of yields. Chemical control has limitations, including pest resistance, pesticide residues, and negative environmental impacts. Microorganism-based biological control approaches have been shown to enhance plant resistance to biotic stress through induced systemic resistance (ISR) mechanisms, while also promoting plant growth. However, most studies still focus on single microbial species, and the synergistic potential of multifunctional microbial consortia—comprising antagonistic agents, plant growth–promoting (PGP) microbes, and entomopathogens—remains largely unexplored. This study aims to design and apply bioformulations based on microbial consortia to induce systemic resistance and achieve integrated biological control in chili cultivation. The research approach includes the selection of superior strains, compatibility testing, bioformulation engineering (solid/liquid), evaluation of effectiveness against major pests and pathogens, and assessment of plant physiological modulation through ecophysiological parameters such as Fv/Fm, chlorophyll content, antioxidant enzyme activity, proline levels, and phenolic compounds. The study employs an experimental method conducted in stages over four years, starting from consortium development and bioformulation optimization, followed by testing biological effectiveness and plant physiological responses, integration into semi-field cultivation systems, and finally field validation and development of application protocols. This research is projected to achieve Technology Readiness Levels (TRL) 3–7, ranging from proof of concept in the laboratory to field validation and potential real-world application in chili cultivation systems.

Expected outputs include a stable microbial consortium, evidence of biological control and physiological modulation, a model of plant–microbe–pest interactions, applied technology protocols, and international publications indexed in Scopus and Web of Science.

Artikel terkait