May 7, 2026

BPDP 2026-Mega Laksmini Syamsuddin

Calon Promotor Program Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran Tahun 2026

 

Nama Lengkap : Mega Laksmini Syamsuddin, S.Pi., MT., Ph.D.

E-mail [email protected]

Bidang Keahlian : Oseanografi Perikanan dan Iklim Regional

Prodi S3 Calon Mahasiswa: Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan

Judul Penelitian yang Ditawarkan:

Penguatan Jejaring Konservasi Ikan Hiu di Perairan Sumatera Selatan Pada Basis Lingkungan Oseanografi dan DNA Barcoding

Strengthening the Shark Conservation Network in the South Sumatera Waters Through Oceanographic Parameter Assessment and DNA Barcoding

 

Abstrak:

Hiu merupakan predator puncak yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan di ekosistem laut. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas perikanan hiu yang tinggi, sehingga berkontribusi sebagai pemasok utama produk perikanan hiu dengan tingkat produksi yang signifikan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan populasi hiu secara berkelanjutan dan meningkatkan risiko keterancaman hingga kepunahan.

Kajian molekuler terkait perikanan hiu di Perairan Sumatera Selatan hingga saat ini masih relatif terbatas. Pendekatan molekuler, khususnya analisis DNA, menjadi metode yang efektif untuk menjawab berbagai permasalahan yang belum sepenuhnya dapat dijelaskan melalui pendekatan ekologi konvensional. Selain itu, faktor oseanografi berperan penting dalam memengaruhi dinamika populasi hiu di wilayah perairan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang sistematis mengenai kekerabatan genetik hiu serta keterkaitannya dengan parameter oseanografi sebagai dasar pengelolaan dan upaya konservasi yang berkelanjutan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan sepuluh sampel hiu dari tiga lokasi pengamatan di Perairan Sumatera Selatan. Tujuan penelitian meliputi: (a) mengidentifikasi jenis serta menganalisis hubungan kekerabatan ikan hiu yang didaratkan di Perairan Sumatera Selatan melalui pendekatan molekuler; dan (b) mengkaji pola sebaran spesies hiu menggunakan analisis filogenetik yang dikombinasikan dengan analisis spasial oseanografi.

Metode penelitian yang digunakan mencakup dua pendekatan utama, yaitu analisis DNA molekuler untuk identifikasi spesies dan penentuan kekerabatan, serta analisis parameter oseanografi guna mengonfirmasi hubungan kekerabatan dan pola distribusi perikanan hiu di Perairan Sumatera Selatan.

 

Abstract:

Sharks are apex predators that play a crucial role in maintaining the balance of the food chain within marine ecosystems. Indonesia is recognized as one of the countries with significant shark fishing activity, making it a major supplier of shark fishery products. This situation contributes to the unsustainable decline of shark populations and increases the risk of extinction. Molecular studies related to shark fisheries in the waters of South Sumatera remain relatively limited. The molecular approach, particularly DNA analysis, has proven effective for addressing various issues that cannot be fully explained through traditional ecological methods. Additionally, oceanographic factors significantly influence the dynamics of shark populations in these waters. Therefore, systematic research on the genetic relationships of sharks and their correlation with oceanographic parameters is essential for sustainable management and conservation efforts. This research involved collecting ten shark samples from three observation locations in the waters of South Sumatra. The objectives of the research include: (a) identifying the species and analyzing the phylogenetic relationships of sharks caught in the waters of South Sumatera through a molecular approach; and (b) examining the distribution patterns of shark species using phylogenetic analysis in conjunction with oceanographic spatial analysis. The research methods employed two primary approaches: molecular DNA analysis for species identification and kinship determination, as well as the analysis of oceanographic parameters to validate the kinship relationships and distribution patterns of shark fisheries in the waters of South Sumatera.

Artikel terkait