
Calon Promotor Program Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran Tahun 2026
Nama Lengkap : Dr. rer. nat. Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi, S.Pi.,M.Si.
E-mail : [email protected]
Bidang Keahlian : Biologi Kelautan
Prodi S3 Calon Mahasiswa: Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan
Judul Penelitian yang Ditawarkan:
Optimasi Desain Kawasan Konservasi Perairan Berdasarkan Karakteristik Ekologis dan Resiliensi Habitat Melalui Permodelan Oseanografi dan Larva Karang
Optimization of the Design of Aquatic Conservation Areas Based on Ecological Characteristics and Habitat Resilience Through Oceanographic Modeling and Coral Larvae
Abstrak:
Kawasan konservasi merupakan instrumen utama pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas desain berbasis karakteristik ekologis dan proses oseanografi yang mengatur keterhubungan antar habitat. Di perairan Indonesia Timur, khususnya kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste yang termasuk dalam Segitiga Karang Dunia, desain kawasan ini yang tidak mempertimbangkan pola dispersi larva karang dan dinamika oseanografi berpotensi menghasilkan jaringan konservasi yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan desain kawasan konservasi perairan berdasarkan karakteristik ekologis terumbu karang dan resiliensi habitat melalui integrasi pemodelan oseanografi biofisik dan analisis gregarious settlement larva karang. Pendekatan interdisipliner menggabungkan survei ekologi lapang, pemodelan hidrodinamika (ROMS), analisis konektivitas larva berbasis particle tracking Lagrangian, dan optimasi spasial jaringan KKP (Marxan/Zonation) untuk mengidentifikasi lokasi sumber (source) dan tujuan (sink) larva karang serta menentukan koridor ekologis prioritas. Bermitra dengan Luminocean yang memiliki kapabilitas sensor pemantauan ekosistem laut dan AI kelautan, penelitian ini akan memanfaatkan data oseanografi beresolusi tinggi untuk menghasilkan model konektivitas larva yang komprehensif. Luaran yang ditargetkan mencakup tiga artikel ilmiah Q1 Scopus, model konektivitas terumbu karang berbasis ROMS yang terkalibrasi, dan rekomendasi desain jaringan KKP berbasis bukti untuk mendukung pengelolaan yang lebih efektif dalam menjaga resiliensi ekosistem karang. Penelitian berada pada TKT 2–3, yaitu tahap formulasi konsep dan validasi awal model melalui pengujian empiris.
Abstract:
Conservation areas are the main instrument for sustainable management of marine resources, but their effectiveness depends heavily on the quality of design based on ecological characteristics and oceanographic processes that regulate inter-habitat connectivity. In the waters of Eastern Indonesia, especially the East Nusa Tenggara (NTT) and Timor Leste regions which are included in the World Coral Triangle, the design of this area that does not consider coral larval dispersal patterns and oceanographic dynamics has the potential to produce suboptimal conservation networks. This study aims to optimize the design of aquatic conservation areas based on coral reef ecological characteristics and habitat resilience through the integration of biophysical oceanographic modeling and gregarious coral larval settlement analysis. The interdisciplinary approach combines field ecological surveys, hydrodynamic modeling (ROMS), larval connectivity analysis based on Lagrangian particle tracking, and spatial optimization of MPA networks (Marxan/Zonation) to identify source and sink locations of coral larvae and determine priority ecological corridors. Partnering with Luminocean, which has marine ecosystem monitoring sensor capabilities and marine AI, the study will leverage high-resolution oceanographic data to produce a comprehensive larval connectivity model. Targeted outputs include three Scopus Q1 scientific articles, a calibrated ROMS-based coral reef connectivity model, and evidence-based MPA network design recommendations to support more effective management in maintaining coral ecosystem resilience. The research is in TKT 2–3, which is the conceptual formulation stage and initial validation of the model through empirical testing