May 7, 2026

BPDP 2026-Irma Melyani Puspitasari

Calon Promotor Program Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran Tahun 2026

 

Nama Lengkap : Prof. Irma Melyani Puspitasari, S.Si., Apt., M.T., PhD.

E-mail [email protected]

Bidang Keahlian : Farmakologi dan Farmasi Klinik dalam Kesehatan Masyarakat

Prodi S3 Calon Mahasiswa: Ilmu Farmasi

Judul Penelitian yang Ditawarkan:

Peran Farmasi Nuklir dalam Pengobatan Kanker di Indonesia: Analisis Biaya dan Psikososial

The Role of Nuclear Pharmacy in Cancer Treatment in Indonesia: A Cost and Psychosocial Analysis

 

Abstrak:

Meskipun penggunaan nuklir menawarkan keakuratan tinggi dalam diagnosis dan terapi kanker, pemanfaatannya di Indonesia masih menghadapi masalah besar seperti keterjangkauan, biaya, dan stigma sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana farmasi nuklir berkontribusi pada optimalisasi tata laksana kanker nasional dengan melakukan evaluasi terhadap aspek biaya dan psikososial. Desain mixed-methods digunakan dalam penelitian ini. Analisis kuantitatif dilakukan dengan survei lintas seksional yang digunakan untuk mendapatkan persepsi serta knowledge, attitude, and practice (KAP) tentang tatalaksana kanker menggunakan radiofarmaka dari responden yang terdiri dari masyarakat umum dan tenaga kesehatan. Analisis biaya dihitung dari biaya pasien kanker yang menerima diagnonis dan terapi radiofarmaka. Analisis kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan, apoteker spesialis nuklir dan dokter spesialis nuklir. Tujuan dari wawancara mendalam ini adalah untuk mengidentifikasi masalah dan hambatan dalam implementasi lapangan. Dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif ini, gambaran dan bukti empiris dapat diberikan untuk menyusun strategi yang tepat dalam kebijakan pembiayaan kesehatan terutama untuk tatalaksana penyakit kanker di Indonesia. Hasil penelitian ini sangat penting untuk memperkuat ekosistem farmasi nuklir dan memastikan tatalaksana pengobatan kanker yang lebih cost-effective di Indonesia.

 

Abstract:

Although the use of nuclear technology offers high accuracy in cancer diagnosis and therapy, its utilization in Indonesia still faces major issues such as affordability, cost, and social stigma. The aim of this study is to investigate how nuclear pharmacy contributes to the optimization of national cancer management by evaluating cost and psychosocial aspects. This study employed a mixed-methods design. Quantitative analysis was conducted using a cross-sectional survey to obtain perceptions as well as knowledge, attitude, and practice (KAP) regarding cancer management using radiopharmaceuticals from respondents consisting of the general population and healthcare professionals. A cost analysis is calculated based on the cost of cancer patients receiving diagnoses and radiopharmaceutical therapy. Qualitative analysis was conducted through in-depth interviews with policymakers, nuclear pharmacists, and nuclear medicine and molecular theranostics doctors. The purpose of these in-depth interviews is to identify issues and obstacles in field implementation. By combining these quantitative and qualitative data, an empirical evidence can be provided to design policy strategies in health financing policies, especially for cancer management in Indonesia. The results of this research are crucial to strengthen the nuclear pharmacy ecosystem and ensure more cost-effective cancer treatment management in Indonesia.

Artikel terkait