May 7, 2026

BPDP 2026-Dede Mulyanto

Calon Promotor Program Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran Tahun 2026

 

Nama Lengkap : Dr. Dede Mulyanto, S.Sos., M.Phil.

E-mail [email protected]

Bidang Keahlian : Ekologi Budaya; Etnobiologi

Prodi S3 Calon Mahasiswa: Antropologi

Judul Penelitian yang Ditawarkan:

Politik Integrasi Pengetahuan Ekologi Tradisional dalam Revitalisasi Budidaya Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) di Kawasan Geopark Ciletuh: Studi Etnobotani Politik

The Politics of Traditional Ecological Knowledge Integration in the Revitalization of Job’s Tears (Coix lacryma-jobi L.) Cultivation in Ciletuh Global Geopark: A Political Ethnobotany Study

 

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja (framework) Adherence Enhancing Technology (AET) yang komprehensif dan adaptif terhadap konteks sistem kesehatan nasional Indonesia. Upaya ini didasari oleh urgensi peningkatan kepatuhan pengobatan (medication adherence) yang hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam layanan kesehatan, di mana transformasi digital dalam bidang farmasi membuka peluang pengembangan AET sebagai inovasi yang mampu memantau, mengingatkan, dan mendukung perilaku kepatuhan pasien melalui pendekatan teknologi berbasis bukti. Namun, hingga saat ini belum tersedia kerangka konseptual yang dapat memandu pengembangan AET secara sistematis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna di Indonesia. Secara khusus, penelitian ini memiliki tiga target utama, yaitu: (1) mengidentifikasi karakteristik kualitas utama dari AET yang efektif melalui kajian literatur sistematis terhadap publikasi internasional; (2) menganalisis dan memetakan ragam AET yang telah dikembangkan dan diterapkan di Indonesia, termasuk bentuk teknologi, konteks penggunaan, serta tantangan implementasinya; dan (3) merumuskan kerangka kerja pengembangan AET yang komprehensif dan kontekstual dengan mempertimbangkan aspek teknologis, perilaku, sistemik, dan kesetaraan digital. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method eksploratif yang terdiri dari tiga fase utama, yakni kajian literatur sistematis menggunakan protokol PRISMA 2020 untuk mengidentifikasi karakteristik kualitas AET secara global, pemetaan dan analisis implementasi AET di Indonesia melalui desk study, survei, serta wawancara dengan pengembang dan tenaga farmasi, dan pengembangan serta validasi framework AET menggunakan metode framework synthesis dan Delphi expert consensus. Luaran penelitian yang ditargetkan meliputi artikel ilmiah pada jurnal terindeks Scopus serta kerangka kerja pengembangan AET berbasis bukti untuk mendukung transformasi digital kesehatan nasional. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan dalam bidang farmakoepidemiologi digital, memperkuat kebijakan pelayanan farmasi berbasis teknologi, serta berkontribusi terhadap peningkatan kepatuhan pengobatan masyarakat Indonesia.

 

Abstract:

The global food supply system is dominated by a small number of major crops such as rice, wheat, and maize, which are vulnerable to climate change. This situation poses a significant threat to food security, prompting many countries to address the issue through the cultivation of orphan crops. One such crop is Coix lacryma-jobi, locally known as Job’s tears, an ancient plant commonly cultivated in West Java. However, the construction of knowledge surrounding the traditional cultivation of hanjeli needs to be revisited in order to better realize its potential as an alternative crop that is resilient to climate change, whose production can be effectively absorbed by the market, and that can ultimately contribute to farmers’ welfare. Therefore, this study aims to document local knowledge related to the cultivation, utilization, and processing of Job’s tears while incorporating a political ethnobotany perspective in order to promote justice for all stakeholders involved. This research will be conducted through a literature mapping of ethnobiological uses of Job’s tears in Asia, particularly in Indonesia. It will then be followed by field observations and interviews regarding cultivation practices and the construction of related policies in Waluran Village, Sukabumi, using purposive sampling techniques, as well as a comparison with historical data obtained from the Dutch archival website.

Artikel terkait