
Calon Promotor Program Padjadjaran Excellence Fast Track Scholarship Tahun 2025
Nama Lengkap : Dr. Eleonora Agustine, M.T.
E-mail: [email protected]
Bidang Keahlian: Geofisika Lingkungan, Eksplorasi SDA, Pertanian dan Arkeologi
Prodi S2 Calon Mahasiswa: Fisika/Geofisika
Prodi S3 Calon Mahasiswa: Kimia
Judul Penelitian yang Ditawarkan:
Pemanfaatan Geofisika Terpadu dan Geokimia untuk Identifikasi Sebaran Candi Terpendam di Gunung Botak/Unur Botak, Candi Batujaya, Karawang, Jawa Barat
Application of Integrated Geophysics and Geochemistry Methods for Identification of Buried Temples in Mount Botak/Unur Botak, Temple of Batujaya, Karawang, West Java
Abstrak:
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya adalah peninggalan candi sebagai warisan arkeologi yang bernilai tinggi. Situs Candi Batujaya di Karawang, Jawa Barat, merupakan salah satu situs penting yang mencerminkan peradaban masa lalu. Salah satu area yang menjadi fokus penelitian adalah Gunung Botak/Unur Botak, yang diduga menyimpan struktur candi yang masih terkubur. Namun, keterbatasan metode eksplorasi konvensional menyebabkan proses identifikasi situs candi menjadi lambat dan berisiko merusak struktur yang rapuh. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan ilmiah yang lebih modern dan non-destruktif, yaitu dengan memanfaatkan metode geofisika terpadu (resistivitas DC dan Ground Penetrating Radar/GPR) serta metode geokimia untuk mendukung identifikasi dan pelestarian candi yang tersebar di kawasan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran candi terpendam di Gunung Botak/Unur Botak, Candi Batujaya, Karawang, Jawa Barat dengan memanfaatkan metode geofisika terpadu dan geokimia. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pelestarian situs cagar budaya Indonesia, di mana banyak struktur candi yang terkubur dan mengalami degradasi akibat faktor lingkungan. Metode geofisika yang digunakan adalah resistivitas DC dan Ground Penetrating Radar (GPR) untuk memetakan struktur bawah permukaan secara non-destruktif. Sementara itu, metode geokimia, seperti ICP-OES, XRD, SEMEDS, dan Carbon Dating, digunakan untuk menganalisis karakteristik kimia tanah dan batu bata guna memperkirakan umur peradaban. Penelitian ini dirancang dalam empat tahap. Pada tahun pertama, dilakukan studi literatur, survei pendahuluan, serta akuisisi data menggunakan metode resistivitas 2D untuk kedalaman 1-4 meter dengan alat purwarupa Marcapada. Luaran yang ditargetkan adalah draft untuk publikasi di jurnal Sinta 2/Q4. Pada tahun kedua, dilakukan akuisisi data resistivitas 2D untuk kedalaman 8-12 meter menggunakan alat ARES-2, pemodelan 3D, serta pengambilan data menggunakan metode GPR untuk memvalidasi hasil resistivitas. Selain itu, dilakukan pengambilan sampel tanah untuk analisis laboratorium geokimia. Target luaran tahun kedua adalah under review Sinta 2/Q4 dan publikasi Q3. Pada tahun ketiga, penelitian fokus pada pengambilan data resistivitas Pseudo 3D dan analisis carbon dating untuk memperkirakan umur peradaban candi. Pengukuran geokimia dilanjutkan dengan menggunakan metode XRD dan SEMEDS/EDX. Luaran yang ditargetkan adalah sedang under review Q3 dan submit publikasi di jurnal Q2. Tahun keempat, dilakukan analisis lanjutan resistivitas Pseudo 3D dan penyatuan seluruh data untuk menentukan potensi persebaran candi terpendam di Gunung Botak/Unur Botak, dengan luaran sudah/sedang under review dan publikasi di jurnal Sains Malaysian (Q2). Penelitian ini menargetkan luaran berupa publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, pemetaan model distribusi struktur bawah permukaan dalam bentuk 2D dan 3D, serta data geokimia yang mendukung analisis umur dan karakteristik struktur candi. Harapan penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung eksplorasi dan pelestarian warisan budaya Indonesia secara berkelanjutan, khususnya di kawasan Candi Batujaya, Karawang. TKT penelitian ini adalah 2.
Abstract:
Indonesia has an extraordinary cultural wealth, one of which is the relic of temples, which are a valuable archaeological heritage. The Batujaya Temple site in Karawang, West Java, is a vital site reflecting past civilizations. One of the areas that is the focus of research is Mount Botak/Unur Botak, which is thought to contain buried temple structures. However, the limitations of conventional exploration methods cause the process of identifying temple sites to be slow and risk damaging fragile structures. Therefore, a more modern and non-destructive scientific approach is needed, namely by utilizing integrated geophysical methods (DC resistivity and Ground Penetrating Radar/GPR) and geochemical methods to support the identification and preservation of temples spread across this area. This study aims to identify the distribution of buried temples on Mount Botak/Unur Botak, Batujaya Temple, Karawang, West Java, by utilizing integrated geophysical and geochemical methods. The background of this study is based on the importance of preserving Indonesian cultural heritage sites, where many temple structures are buried and degraded due to environmental factors. The geophysical methods used are DC resistivity and Ground Penetrating Radar (GPR) to map the subsurface structure non-destructively. Meanwhile, geochemical methods, such as ICP-OES, XRD, SEM, EDS, and Carbon Dating, are used to analyze the chemical characteristics of soil and bricks to estimate the age of civilization. This research is designed in four stages. In the first year, a literature study, preliminary survey, and data acquisition using the 2D resistivity method for a depth of 1-4 meters with the Marcapada prototype tool were conducted. The targeted output is a draft for publication in the Sinta 2/Q4 journal. In the second year, 2D resistivity data acquisition was carried out for a depth of 8-12 meters using the ARES-2 tool, 3D modeling, and data collection using the GPR method to validate the resistivity results. In addition, soil samples were taken for geochemical laboratory analysis. The target output for the second year is under review, Sinta 2/Q4 and publication Q3. In the third year, the research focused on collecting pseudo-3D resistivity data and carbon dating analysis to estimate the age of the temple civilization. Geochemical measurements were continued using the XRD and SEM EDS/EDX methods. The targeted output is under review in Q3 and submission to the journal in Q2. In the fourth year, further analysis of Pseudo 3D resistivity and integration of all data were carried out to determine the potential distribution of buried temples in Gunung Botak/ Unur Botak, with the output already/under review and publication in the Sains Malaysian journal (Q2). This research targets outputs in the form of scientific publications in reputable journals, mapping of subsurface structure distribution models in 2D and 3D, and geochemical data that support the analysis of the age and characteristics of the temple structure. Hopefully, this research can significantly contribute to the sustainable exploration and preservation of Indonesian cultural heritage, especially in the Batujaya Temple area, Karawang. The TKT of this research is 2.