May 5, 2025

BUPP 2025-Yoga Windhu Wardhana

Calon Promotor Program Padjadjaran Excellence Fast Track Scholarship Tahun 2025

 

Nama Lengkap: Dr. Yoga Windhu Wardhana, S.Si., M.Si., Apt.

E-mail[email protected]

Bidang Keahlian: Farmasetika dan Teknologi Farmasi

Prodi S2 Calon Mahasiswa: Farmasetika dan Biofarmasetika

Prodi S3 Calon Mahasiswa: Farmasetika dan Biofarmasetika

Judul Penelitian yang Ditawarkan:

Pengembangan Sediaan Multivitamin dengan Brokoli dan Kacang Hijau sebagai Pencegah Stunting

Development of A Multivitamin Preparation with Broccoli and Green Beans as A Stunting Preventer

 

Abstrak:

Indonesia memiliki tiga masalah gizi balita, salah satunya adalah stunting. Mengkonsumsi makanan yang seimbang dan mengandung banyak protein, vitamin, dan mineral sangat penting.  Berbagai jenis sayuran yang mengandung gizi tinggi salah satunya brokoli dan kacang hijau. Brokoli mengandung mineral seperti kalium, fosfor, kalsium, natrium, zat besi, protein, serat, karbohidrat (6,64%), vitamin K, vit C serta dan vitamin C. Kacang hijau mengandung asam amino esensial, seperti lisin yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Kacang hijau juga mengandung nutrisi seimbang, termasuk karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin (A, B-kompleks, C dan K) serta mineral seperti zat besi, tembaga, magnesium, mangan dan fosfor. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan sediaan farmasi berbentuk sediaan tablet dan granul yang stabil secara fisik dan kimia dari ekstrak brokoli dan kacang hijau yang terbukti efektif dalam pengobatan stunting. Kemampuan sediaan yang dibuat untuk mengurangi jumlah kasus stunting dibuktikan dengan pengujian pendahuluan secara in-vivo dengan Zebrafish dan studi lanjut dengan mencit model. Penelitian ini direncanakan selama 4 tahun yang terdiri dari tahun pertama yakni formulasi, karakterisasi, evaluasi sediaan dan pengujian aktivitas secara in-vivo terhadap Zebrafish. Pada tahun kedua dan ketiga akan dilakukan pengujian lanjut dari formula yang dibuat dengan menggunakan model tikus stunting serta studi mekanisme penurunan parameter stunting yang diamati dengan menggunakan parameter genetik yang lebih kompleks. Penelitian akan dilakukan dengan melibatkan satu mahasiswa fast track program magister pada tahun pertama yang dilanjutkan ke prodi doktor di tahun ke dua sampai ke empat.

 

Abstract:

Indonesia has three nutritional problems for toddlers, one of which is stunting. Consuming a balanced diet that contains plenty of protein, vitamins, and minerals is essential.  Various types of vegetables that contain high nutrients, one of which is broccoli and green beans. Broccoli is rich in minerals such as potassium, phosphorus, calcium, sodium, iron, protein, fiber, carbohydrates (6.64%), vitamin K, vit C and vitamin C. Green beans contain essential amino acids, such as lysine which is essential for the growth and repair of body tissues. It also contain balanced nutrients, including carbohydrates, proteins, minerals, fats, vitamins (A, B-complex, C and K) as well as minerals such as iron, copper, magnesium, manganese and phosphorus. The main objective of this study is to obtain a physically and chemically stable pharmaceutical dosage form as tablet and granules from broccoli and mung beans extract that has been shown to be effective in the treatment of stunting. The ability of the product to reduce the stunting cases will be evaluate by preliminary tests in vivo using zebrafish and further studies with rat stunting models. This study is planned for 4 years consisting of the first year, namely formulation, characterization, evaluation of preparations and in vivo activity testing of zebrafish. In the second and third years, further testing on the activity of the formula using the stunting rat model will be carried out as well as a study of the mechanism of reducing stunting parameters using more complex genetic parameters. The research will be carried out by involving one student of the master’s program in the first year which will be continued to the doctoral study program in the second to fourth year.

Artikel terkait