May 5, 2025

BPDP 2025-Euis Julaeha

Calon Promotor Program Doktoral Padjadjaran Tahun 2025

 

Nama Lengkap: Prof. Dr. Euis Julaeha, M.Si.

E-mail[email protected]

Bidang Keahlian: Kimia Bahan Alam dan Aplikasinya, Kimia Organik Bahan Alam

Prodi S3 Calon Mahasiswa: Ilmu Kimia

Judul Penelitian yang Ditawarkan:

Optimasi Mikroenkapsulasi Ekstrak Citrus lemon dan Formulasi Krim Penyembuh Luka Topikal: Evaluasi In-Vitro dan In-Vivo

Optimization of Citrus lemon Peel Extract Microencapsulation and Topical Wound Healing Cream Formulation: In-Vitro and In-Vivo Evaluation

 

Abstrak:

Penyembuhan luka merupakan proses biologis yang kompleks dan terkoordinasi, terdiri atas empat fase utama yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Gangguan pada salah satu fase ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi sekunder, keterlambatan penyembuhan, hingga terbentuknya luka kronis. Meskipun terapi konvensional seperti penggunaan silver sulfadiazin dan antibiotik topikal masih banyak digunakan, tetapi menimbulkan berbagai efek samping, seperti resistensi bakteri, iritasi kulit, serta reaksi alergi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengobatan luka berbasis bahan alam yang lebih aman dan efektif. Ekstrak kulit Citrus lemon (CLPE) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, dan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Karena potensi ini menjadikan CLPE sebagai kandidat agen penyembuh luka. Namun, kestabilan senyawa bioaktif tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti cahaya, suhu, dan oksigen, sehingga aplikasinya secara langsung menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan krim penyembuh luka berbasis mikrokapsul CLPE. Mikroenkapsulasi dilakukan dengan metode koaservasi kompleks menggunakan gelatin dan kitosan sebagai penyalut, yang dioptimasi menggunakan Response Surface Methodology (RSM) untuk meningkatkan efisiensi enkapsulasi. Mikrokapsul yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi ukuran partikel dengan Particle Size Analyzer (PSA), gugus fungsi melalui Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), morfologi dengan Scanning Electron Microscope (SEM), kestabilan termal dengan Thermogravimetric Analysis (TGA), dan zeta potential dengan Zetasizer Nano. Mikrokapsul selanjutnya diformulasikan ke dalam sistem krim berbasis emulsi minyak dalam air (O/W). Sediaan krim diuji untuk parameter: pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, dan stabilitas selama siklus freeze-thaw. Uji aktivitas antibakteri secara in-vitro terhadap bakteri patogen penyebab infeksi luka dengan metode difusi cakram, uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, uji viabilitas sel fibroblas dengan metode MTT, serta scratch assay untuk menilai kemampuan migrasi sel fibroblas. Uji in-vivo dilakukan pada model hewan uji tikus Sprague Dawley dengan induksi luka eksisi. Proses penyembuhan luka diamati pada hari ke-3, 6, 9, 12, 15, 18, dan 21 untuk mengevaluasi kecepatan penyembuhan luka dan regenerasi jaringan.

 

Abstract:

Wound healing is a complex and coordinated biological process, consisting of four main phases, namely hemostasis, inflammation, proliferation, and remodeling. Disruption in one of these phases can cause serious complications, such as secondary infections, delayed healing, and the formation of chronic wounds. Although conventional therapies such as the use of silver sulfadiazine and topical antibiotics are still widely used, they cause various side effects, such as bacterial resistance, skin irritation, and allergic reactions. Therefore, alternative wound treatments based on natural ingredients that are safer and more effective are needed. Citrus limon peel extract (CLPE) is known to contain bioactive compounds such as flavonoids, phenolics, alkaloids, and vitamin C which have antioxidant, anti-inflammatory, and antibacterial activities. Because of this potential, CLPE is a candidate for a wound healing agent. However, the stability of these bioactive compounds is greatly influenced by environmental factors such as light, temperature, and oxygen, so that its direct application is less than optimal. This study aims to develop a wound healing cream preparation based on CLPE microcapsules. Microencapsulation was carried out using a complex coacervation method using gelatin and chitosan as coatings, which were optimized using Response Surface Methodology (RSM) to increase encapsulation efficiency. The resulting microcapsules were then characterized for particle size using Particle Size Analyzer (PSA), functional groups using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), morphology using Scanning Electron Microscope (SEM), thermal stability using Thermogravimetric Analysis (TGA), and zeta potential using Zetasizer Nano. The microcapsules were then formulated into an oil-in-water (O/W) emulsion-based cream system. The cream preparation was tested for the following parameters: pH, viscosity, spreadability, homogeneity, and stability during freeze-thaw cycles. In vitro antibacterial activity test against pathogenic bacteria causing wound infections using the disc diffusion method, antioxidant activity test using the DPPH method, fibroblast cell viability test using the MTT method, and scratch assay to assess the migration ability of fibroblast cells. In vivo tests were carried out on Sprague Dawley rat animal models with excision wound induction. The wound healing process was observed on days 3, 6, 9, 12, 15, 18, and 21 to evaluate the speed of wound healing and tissue regeneration.

Artikel terkait