August 16, 2026

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Unpad Mulai Riset Dan Pemberdayaan Masyarakat di Bomberay–Tomage, Dukung Pencapaian SDGs Di Kawasan Transmigrasi Fakfak

Picture1

Fakfak – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP Unpad) resmi menjalankan program riset lintas disiplin dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi Bomberay–Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, sejak Rabu (5/8/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Transmigrasi dengan Universitas Padjadjaran (Unpad), dengan sasaran memetakan potensi wilayah, mengurai tantangan pembangunan, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi pengembangan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan. Agenda ini sejalan dengan sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pemerataan pembangunan antarwilayah, dan penguatan kemitraan multipihak.

Disambut Pemerintah Daerah

Kedatangan TEP Unpad diterima langsung oleh Bupati Fakfak yaitu Samaun Dahlan dalam apel penyambutan di kantor bupati. Samaun menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dan berharap keterlibatan mereka dapat membantu pemerintah daerah mengenali persoalan sekaligus peluang yang ada di lapangan secara lebih objektif.

Menurut Samaun, Kabupaten Fakfak memiliki modal pembangunan yang besar, baik dari sisi kekayaan alam maupun keragaman sosial-budaya. Selain dikenal sebagai penghasil pala unggulan, daerah ini juga tercatat sebagai salah satu titik awal masuknya Islam dan Katolik di tanah Papua, yang hingga kini terwujud dalam kehidupan masyarakat yang rukun di tengah perbedaan sebuah modal sosial yang relevan dengan semangat SDGs poin ke-10 tentang pengurangan kesenjangan serta poin ke-16 tentang perdamaian dan kelembagaan yang inklusif.

 

Potensi Ekonomi yang Butuh Perencanaan Terpadu

Kawasan Bomberay–Tomage dinilai memiliki dinamika pembangunan yang cukup pesat. Arus transportasi yang ramai, keberadaan industri pupuk, serta potensi besar di sektor pertanian dan sumber daya alam menjadi modal ekonomi yang menurut Samaun perlu diarahkan lewat perencanaan pembangunan yang terintegrasi agar dampaknya dapat dirasakan merata oleh masyarakat transmigran maupun penduduk asli. Aspek ini bersinggungan langsung dengan target SDGs terkait ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan (poin ke-2), pertumbuhan ekonomi inklusif (poin ke-8), serta pembangunan infrastruktur dan industri yang inovatif (poin ke-9). Dari sisi keamanan, situasi di Fakfak dilaporkan relatif kondusif berkat dukungan aparat TNI dan Polri, sehingga kegiatan tim di lapangan diharapkan dapat berjalan lancar selama masa penugasan.

Koordinasi Lintas Instansi hingga Penempatan di Lokasi

Usai apel penyambutan, perwakilan TEP Unpad mengikuti rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Fakfak untuk menyelaraskan langkah teknis pelaksanaan kegiatan, baik di kawasan Bomberay–Tomage maupun Weri–Saharey. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan darat sekitar tujuh jam menuju Distrik Bomberay sebagai lokasi penempatan.

Setibanya di lokasi, tim disambut oleh Kepala Distrik Bomberay, Kepala Distrik Tomage, Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Fakfak, para kepala kampung, serta unsur aparat keamanan setempat. Pemerintah distrik dan pemerintah kampung menyatakan kesiapan mereka mendampingi jalannya kegiatan tim selama berada di kawasan tersebut.

Riset Lapangan untuk Rekomendasi Pembangunan Berkelanjutan

Selama masa penugasan, TEP Unpad akan melakukan serangkaian observasi lapangan, pemetaan potensi dan persoalan, serta diskusi intensif bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain di kawasan Bomberay–Tomage. Data dan temuan yang terkumpul nantinya akan diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di kawasan transmigrasi tersebut.

Pendekatan berbasis riset dan pelibatan komunitas semacam ini mencerminkan upaya mendorong kota dan permukiman yang inklusif serta berkelanjutan (SDGs poin ke-11), sekaligus memperkuat kemitraan lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat (SDGs poin ke-17).

Bagian dari Program Strategis Nasional

TEP Unpad merupakan program strategis Kementerian Transmigrasi yang digagas bersama sejumlah perguruan tinggi untuk menerjunkan sumber daya manusia unggul meliputi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan alumni ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia. Pelibatan mahasiswa dan akademisi dalam program ini turut menjadi wujud kontribusi dunia pendidikan tinggi terhadap pembangunan daerah tertinggal, sejalan dengan SDGs poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas yang berdampak langsung pada masyarakat, sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan (SDGs poin ke-1) di kawasan transmigrasi seperti Bomberay–Tomage.

 

 

Artikel terkait