Desa Mundu Pesisir menjadi salah satu desa binaan bagi Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan (HIMAIKA) dan Departemen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Unpad. Oleh karena itu, HIMAIKA dan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Dosen Departemen Kelautan berkolaborasi melaksanakan kegiatan pengabdian berdampak dengan tagline “Rangkul Desa” pada hari sabtu tanggal 1 November 2025 di Desa Binaan Mundu Pesisir. Kegiatan ini diisi dengan penanaman 1000 bibit mangrove di Kawasan Mundu Pesisir yang melibatkan puluhan relawan dari kalangan mahasiswa, dosen dan masyarakat. Kegiatan ini termasuk kedalam Sustainable Development Goals (SGDs) nomer 13 yaitu climate action. Bibit mangrove yang ditanam adalah dari jenis Rizophora mucronata. Kegiatan penanaman mangrove dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Mundu Pesisir, Dosen Program Studi Ilmu Kelautan dan Ketua HIMAIKA.


“Langkah sederhana seperti menanam mangrove ini adalah langkah nyata kita untuk menjaga bumi, ujar Rudy selaku dosen pendamping dalam sambutannya. “Kita ingin anak, cucu kita menikmati juga keindahan dan manfaat dari mangrove di kemudian hari”, lanjutnya.
Penanaman mangrove ini memiliki urgensi yang tinggi, terutama di wilayah seperti Mundu Pesisir yang rentan terhadap ancaman abrasi pantai dan kenaikan permukaan air laut. Secara fisik, ekosistem mangrove berfungsi sebagai ‘sabuk hijau’ atau benteng pertahanan alami. Sistem perakarannya yang rapat dan kompleks mampu meredam energi gelombang, menahan sedimen, dan secara signifikan mengurangi dampak erosi. Fungsi ini sangat krusial untuk melindungi pemukiman warga dan infrastruktur desa dari terjangan badai dan gelombang pasang.
Lebih dari sekadar pelindung pantai, hutan mangrove adalah salah satu ekosistem paling produktif di bumi. Ini adalah ‘rumah’ atau habitat vital bagi berbagai jenis biota laut. Mangrove berfungsi sebagai daerah pemijahan (spawning ground) dan daerah asuhan (nursery ground) bagi ikan, udang, dan kepiting. Keberadaan mangrove yang sehat berbanding lurus dengan kelimpahan sumber daya perikanan, yang menjadi tumpuan ekonomi utama bagi sebagian besar masyarakat nelayan di Desa Mundu Pesisir.
Dengan Melalui slogan “Bersama jaga alam, bersatu menanam harapan”, program “Rangkul Desa” dan PPM Dosen berkomitmen untuk mendampingi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem pesisir dan laut yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini akan berkelanjutan dengan adanya sinergi antara mahasiswa, para dosen Departemen Kelautan, serta Masyarakat dalam rangka merawat mangrove yang telah ditanam. Monitoring dan penyulaman mangrove yang mati atau terbawa arus akan dilakukan selama beberapa waktu kedepan secara berkelanjutan. Hal ini untuk memastikan bibit mangrove yang sudah ditanam dapat hidup sampai menjadi pohon dan memberikan dampak bagi masyarakat di Desa Mundu Pesisir.
Harapan terbesar dari kegiatan penanaman bibit mangrove ini adalah memberikan dampak yang positif secara lingkungan dan perekonomian bagi masyarakat. Salah satu program tindak lanjut dari penanaman mangrove ini adalah optimalisasi kegiatan ekowisata mangrove dan pemberdayaan masyarakat dalam bisnis budidaya kepiting bakau di kawasan mangrove.