Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dr. Dani Ferdian, M.K.M., Sp.KKLP., Subsp. COPC, meraih Juara 2 kategori Individu dalam ajang Mandaya Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia.
Mandaya Awards 2025 lahir sebagai spirit pemberdayaan dan menjadi manifestasi nyata dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, sebagai langkah strategis membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang kolaboratif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi tokoh dan inisiatif yang memperkuat gerakan nasional pemberdayaan masyarakat lintas sektor.
Penguatan Layanan Kesehatan Primer Berbasis Pemberdayaan
Dalam ajang ini, dr. Dani Ferdian menampilkan praktik pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Percepatan dan Penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) di 10 kabupaten/kota: Denpasar, Purwakarta, Mataram, Belitung, Sijunjung, Rote Ndao, Pandeglang, Semarang, Sukabumi, dan Tapanuli Selatan.
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan kesehatan berbasis komunitas dengan merevitalisasi Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu sebagai pusat layanan dan pemberdayaan masyarakat. Hingga tahun 2025, kegiatan ini telah membina 446 kader kesehatan, terdiri atas 426 kader Posyandu dan 20 kader Pustu, di mana 180 kader telah tersertifikasi melalui pelatihan 25 Kompetensi Dasar Posyandu. Program ini juga mencatat 9.232 penerima manfaat langsung di Pustu, 36.824 kunjungan Posyandu, 8.145 kunjungan rumah, serta menjangkau lebih dari 117.000 masyarakat penerima manfaat tidak langsung. Program ini sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) ke 3 yaitu kehidupan sehat dan kesejahteraan.


Kolaborasi Multipihak untuk Ketahanan Kesehatan Masyarakat
Program percepatan dan penguatan ILP ini dijalankan dengan pendekatan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, mitra CSR, komunitas dan kader lokal, serta media.
Sinergi ini memperkuat kapasitas layanan di Pustu dan Posyandu, meningkatkan kompetensi kader dan tenaga kesehatan, serta mendorong replikasi program di tingkat daerah.
Beberapa daerah seperti Denpasar, Rote Ndao, Belitung, dan Tapanuli Selatan kini telah mencanangkan implementasi ILP untuk seluruh Puskesmas di wilayah masing-masing.
Makna Penghargaan
Capaian ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan sistem kesehatan primer di Indonesia.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang tangguh tidak hanya bergantung pada fasilitas layanan kesehatan saja, tetapi pada masyarakat yang berdaya dan bersinergi lintas sektor.