October 25, 2024

Farmasi Unpad Berdayakan Kader Posyandu Mengatasi Permasalahan Pasien Tuberkulosis dengan Aplikasi SMART-TB

WhatsApp Image 2024-10-25 at 12.28.32

Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (UNPAD) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Kali ini, melalui program pengabdian masyarakat yang didanai Hibah Program Diseminasi Teknologi dan Inovasi (PDTI) DIKTI 2024, Tim Pengabdian Fakultas Farmasi UNPAD yang diketuai oleh Prof. Rizky Abdulah menginisiasi kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu di Desa Neglasari, Kabupaten Tasikmalaya. Fokus utama program ini adalah mengatasi permasalahan pasien tuberkulosis dengan memanfaatkan teknologi aplikasi SMART-TB.

Tuberkulosis, penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, membutuhkan penanganan yang komprehensif. Salah satu kunci keberhasilan dalam upaya pengendalian tuberkulosis adalah peran aktif kader Posyandu. Memahami hal tersebut, Farmasi UNPAD melatih para Kader Posyandu untuk menggunakan aplikasi SMART-TB—sebuah aplikasi yang dibuat berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Tim Farmasi UNPAD. Aplikasi ini dirancang khusus untuk memudahkan kader dalam skrining, intervensi, monitoring, komunikasi, administrasi, dan pelaporan kasus TB

“Aplikasi SMART-TB ini sangat membantu kami dalam menjalankan tugas sebagai kader. Dengan fitur-fitur yang lengkap, kami bisa lebih efektif dalam memantau kepatuhan pengobatan pasien dan memastikan mereka mendapatkan pengobatan yang tepat,” ujar Yani Mulyani, salah satu Kader Posyandu Desa Neglasari.

Manfaat Penggunaan Aplikasi SMART-TB

Aplikasi SMART-TB tersebut memiliki 6 fungsi utama yang disebut SIM-CAR dan dapat digunakan pada smart-phone. Adapun keenam fungsi utama tersebut yaitu:

  1. Screening (S)
    Fungsi dalam melakukan skrining terhadap permasalahan keitdakpatuhan pengobatan yang dihadapi pasien TB berdasarkan algoritma yang telah dikembangkan
  2. Intervening (I)
    Fungsi dalam melakukan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan berdasarkan permasalahan pasien TB dan algoritma yang telah dikembangkan
  3. Monitoring (M)
    Fungsi dalam melakukan monitoring pengobatan yang dilakukan pasien TB dengan beberapa fitur, antara lain observasi minum obat melalui video recorder dan capture picture minum obat.
  4. Communicating (C)
    Fungsi dalam melakukan komunikasi dua arah antara tenaga kesehatan dan pasien dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapai pasien, seperti kejadian efek samping obat dan hal lainnya terkait dengan pengobatan pasien.
  5. Administrating (A)
    Fungsi dalam melakukan pendataan pasien-pasien TB yang menjalani pengobatan yang dapat berfungsi sebagai sarana evaluasi baik yang bersifat individual pasien maupun secara populasi.
  6. Reporting (R)
    Fungsi yang digunakan untuk melaporkan data yang dibutuhkan dalam pengentasan TB, seperti pelaporan kejadian efek samping obat dan hal lainnya yang terkait dengan pengobatan.

Keenam fungsi utama tersebut diturunkan menjadi beberapa fitur yang dirancang secara berbeda dengan pendekatan atau teknologi lainnya menyesuaikan dengan kebutuhan petugas kesehatan (apoteker, perawat, dokter, lainnya) dan pasien. Status Teknologi dan Inovasi aplikasi SMART-TB saat ini sudah terdaftar hak cipta. Aplikasi SMART-TB, yang dikembangkan oleh Profesor Rizky Abdullah dan tim penelitinya mewakili kemajuan inovatif di bidang e-health.

Harapan ke Depan

Salah satu anggota Tim Pengabdian Farmasi UNPAD, Sofa Alfian, mengungkapkan harapannya agar program pengabdian ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kasus TBC di Desa Neglasari. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, para kader posyandu dapat menjadi ujung tombak dalam upaya peningkatan kepatuhan pengobatan pada pasien TB di Desa Neglasari. Selain itu, kami juga berharap aplikasi SMART-TB dapat digunakan masyarakat lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Farmasi UNPAD ini merupakan contoh nyata dari sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat dalam mengatasi permasalahan kesehatan. Dengan memanfaatkan teknologi dan melibatkan masyarakat secara aktif, diharapkan terdapat peningkatan kesehatan pasien, yang ditandai dengan meningkatnya kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis.

Nama Penulis: Fima Perdani Rahayu, Ghina Novianti, Qisty Aulia Khoiry

Keyword: Farmasi UNPAD, pengabdian masyarakat, tuberkulosis, SMART-TB, kader Posyandu, Desa Neglasari, Tasikmalaya, Hibah PDTI DIKTI

Artikel terkait