
Calon Promotor Program Padjadjaran Excellence Fastrack Scholarship Tahun 2026
Nama Lengkap : Prof. Dr. apt. Sriwidodo, M.Si.
E-mail : [email protected]
Bidang Keahlian : Rekayasa Kosmetik, Farmasetika, dan Biofarmasetika
Prodi S2 Calon Mahasiswa: Farmasi
Prodi S3 Calon Mahasiswa: Farmasi
Judul Penelitian yang Ditawarkan:
Pengembangan Hidrogel-NLC Berbasis Minyak Sacha Inchi memuat Kombinasi Brazilin dan Ekstrak Propolis untuk Terapi Luka Diabetes
Development of Hydrogel-Sacha Inchi Oil-Based NLC Containing a Combination of Brazilin and Propolis Extract for Diabetic Wound Repair
Abstrak:
Luka diabetik merupakan salah satu komplikasi akibat diabetes melitus yang disebabkan oleh neuropati perifer yang membuat pasien kehilangan sensasi distal. Berbeda dengan luka akut, luka diabetik ditandai oleh inflamasi persisten, stres oksidatif, dan gangguan angiogenesis yang menyebabkan proses penyembuhan berlangsung lambat serta berisiko tinggi menyebabkan infeksi kronis dan amputasi ekstremitas bawah. Dampak amputasi tidak hanya menurunkan fungsi fisik pasien, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis, kualitas hidup, serta meningkatkan beban biaya pelayanan kesehatan. Hingga saat ini, terapi luka diabetik yang tersedia masih memiliki keterbatasan dalam mempercepat penutupan luka dan mencegah komplikasi, terutama karena karakteristik luka yang kronis serta keterbatasan sistem penghantaran obat yang digunakan. Salah satu pendekatan inovatif yang berpotensi meningkatkan efektivitas terapi adalah pengembangan sistem penghantaran obat berbasis nanoteknologi. Sistem nanohibrida yang mengintegrasikan Nanostructured Lipid Carriers (NLC) dengan hidrogel merupakan strategi yang menjanjikan karena mampu mengombinasikan keunggulan kedua sistem tersebut. NLC dapat meningkatkan stabilitas bahan aktif lipofilik, meningkatkan penetrasi, serta memberikan pelepasan obat yang terkontrol, sementara hidrogel berperan sebagai matriks topikal yang mampu mempertahankan kelembapan luka, meningkatkan adhesivitas pada permukaan kulit, serta mendukung lingkungan penyembuhan yang optimal. Integrasi keduanya berpotensi menghasilkan sistem penghantaran obat yang lebih stabil, homogen, dan efektif untuk terapi luka diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem penghantaran obat hibrida berupa hydrogel–NLC berbasis minyak sacha inchi (Plukenetia volubilis) sebagai lipid alami yang kaya asam lemak esensial dan memiliki aktivitas antioksidan. Sistem ini akan dimuat dengan kombinasi ekstrak propolis dan brazilin sebagai bahan aktif karena keduanya diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri yang berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka. Metode penelitian meliputi beberapa tahapan utama, yaitu: (1) persiapan dan karakterisasi bahan baku, meliputi minyak sacha inchi, ekstrak propolis, dan brazilin; (2) formulasi dan optimasi sistem Hydrogel–NLC, termasuk pembuatan NLC berbasis minyak sacha inchi yang mengandung kombinasi bahan aktif serta integrasinya ke dalam matriks hidrogel; (3) karakterisasi fisikokimia sediaan, meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, efisiensi penjerapan, morfologi, viskositas, stabilitas, dan profil pelepasan obat; serta (4) evaluasi efektivitas secara preklinik, menggunakan model hewan diabetes untuk menilai aktivitas penyembuhan luka melalui parameter penutupan luka, histopatologi jaringan, dan indikator inflamasi. Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini meliputi prototipe formulasi hydrogel–NLC, data karakterisasi fisikokimia dan stabilitas sistem, serta bukti awal efektivitas dan keamanan pada model hewan. Selain itu, penelitian ini ditargetkan menghasilkan empat publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus/WoS kategori Q1.
Abstract:
Diabetic wounds are a major complication of diabetes mellitus, primarily caused by peripheral neuropathy that leads to a loss of distal sensation. Unlike acute wounds, diabetic wounds are characterized by persistent inflammation, oxidative stress, and impaired angiogenesis, which collectively result in delayed healing and a high risk of chronic infection and lower limb amputation. The consequences of amputation extend beyond physical disability, adversely affecting patients’ psychological well-being, quality of life, and substantially increasing healthcare costs. To date, available therapies for diabetic wounds remain limited in their ability to accelerate wound closure and prevent complications, largely due to the chronic nature of these wounds and the limitations of existing drug delivery systems. One promising and innovative approach to enhance therapeutic efficacy is the development of nanotechnology-based drug delivery systems. A hybrid system integrating Nanostructured Lipid Carriers (NLC) with hydrogels represents a particularly attractive strategy, as it combines the advantages of both platforms. NLCs can improve the stability of lipophilic active compounds, enhance skin penetration, and provide controlled drug release, while hydrogels serve as a topical matrix capable of maintaining a moist wound environment, improving adhesion to the skin surface, and supporting optimal healing conditions. The integration of these systems has the potential to yield a more stable, homogeneous, and effective drug delivery platform for diabetic wound therapy. This study aims to develop a hybrid drug delivery system in the form of a hydrogel–NLC based on sacha inchi oil (Plukenetia volubilis), a natural lipid rich in essential fatty acids with notable antioxidant properties. The system will be loaded with a combination of propolis extract and brazilin as active agents, both of which exhibit anti-inflammatory, antioxidant, and antibacterial activities that may accelerate the wound healing process. The research methodology comprises several key stages: (1) preparation and characterization of raw materials, including sacha inchi oil, propolis extract, and brazilin; (2) formulation and optimization of the hydrogel–NLC system, including the development of NLCs based on sacha inchi oil containing the combined active agents and their incorporation into a hydrogel matrix; (3) physicochemical characterization of the formulation, including particle size, polydispersity index, zeta potential, entrapment efficiency, morphology, viscosity, stability, and drug release profile; and (4) preclinical evaluation of efficacy using a diabetic animal model to assess wound healing activity through parameters such as wound closure, histopathological analysis, and inflammatory markers. The expected outcomes of this study include a prototype hydrogel–NLC formulation, comprehensive physicochemical and stability data, as well as preliminary evidence of efficacy and safety in animal models. In addition, this research is expected to produce four scientific publications in high-impact international journals indexed in Scopus/WoS (Q1 category).