
Calon Promotor Program Padjadjaran Excellence Fastrack Scholarship Tahun 2026
Nama Lengkap : Prof. Dikdik Kurnia, M.Sc., Ph.D
E-mail : [email protected]
Bidang Keahlian : Kimia Organik
Prodi S2 Calon Mahasiswa: Ilmu Kimia
Prodi S3 Calon Mahasiswa: Ilmu Kimia
Judul Penelitian yang Ditawarkan:
Identifikasi dan Studi Potensi Aktivitas Senyawa Antimikroba dan Antibiofilm dari Jamur Endofit Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.)
Identification and Study of Potential Antimicrobial and Antibiofilm Compound Activities from Endophytic Fungi of Red Betel Leaves (Piper crocatum Ruiz & Pav.)
Abstrak:
Penyakit infeksi oral adalah salah satu masalah kesehatan dengan angka prevalensi yang tinggi secara global. Berdasarkan Global Burden of Disease (GBD) tahun 2019, diperkirakan terdapat sekitar 3,5 miliar orang di seluruh dunia yang mengalami penyakit oral. Salah satu infeksi oral yang sering dijumpai yaitu karies gigi yang disebabkan oleh Streptococcus mutans, periodontitis yang disebabkan oleh Porphyromonas gingivalis, dan kandidiasis oral yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Ketiga mikroorganisme tersebut dapat membentuk interaksi polimikroba yang kompleks antara kingdom bakteri dan jamur sehingga terjadi peningkatan stabilitas biofilm, virulensi patogen, serta ketahanan patogen terhadap antibiotik dan respons imun inang. Kondisi ini mengakibatkan pengobatan konvensional menjadi kurang efektif sehingga mendorong upaya pencarian agen antimikroba alternatif yang berasal dari bahan alam, salah satunya dari jamur endofit yang hidup secara simbiotik di dalam jaringan tanaman. Tanaman daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba sehingga jamur endofit yang hidup di dalamnya diduga juga mampu menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas biologis yang serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengarakterisasi senyawa antimikroba dan antibiofilm dari jamur endofit daun Sirih Merah, menguji aktivitas antimikroba dan antibiofilmnya terhadap S. mutans, C. albicans, dan P. gingivalis secara in vitro, dan menganalisis mekanisme penghambatannya terhadap enzim GtfB pada S. mutans, exo-β-1,3-glukanase pada C. albicans, dan Kgp pada P. gingivalis secara in silico. Luaran penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan kandidat senyawa antimikroba dan antibiofilm baru yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen penyebab penyakit oral, serta dapat dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
Abstract:
Oral infectious diseases are a health problem with a high prevalence rate globally. According to the 2019 Global Burden of Disease (GBD), an estimated 3.5 billion people worldwide suffer from oral diseases. Common oral infections include dental caries caused by Streptococcus mutans, periodontitis caused by Porphyromonas gingivalis, and oral candidiasis caused by the fungus Candida albicans. These three microorganisms can form complex polymicrobial interactions between the bacterial and fungal kingdoms, resulting in increased biofilm stability, pathogen virulence, and resistance to antibiotics and host immune responses. This condition makes conventional treatments less effective, thus encouraging efforts to find alternative antimicrobial agents derived from natural ingredients, one of which is endophytic fungi that live symbiotically within plant tissues. The Red Betel leaf plant (Piper crocatum Ruiz & Pav.) is reported to have antimicrobial activity, so the endophytic fungi living within it are suspected to be able to produce secondary metabolites with similar biological activity. This study aims to isolate and characterize antimicrobial and antibiofilm compounds from endophytic fungi of Red Betel leaves, test their antimicrobial and antibiofilm activities against S. mutans, C. albicans, and P. gingivalis in vitro, and analyze their inhibitory mechanisms against the GtfB enzyme in S. mutans, exo-β-1,3-glucanase in C. albicans, and Kgp in P. gingivalis in silico. The output of this study is expected to produce new antimicrobial and antibiofilm compound candidates that are able to inhibit the growth of pathogenic microorganisms that cause oral diseases, and can be published in reputable international journals.