Luka bakar merupakan salah satu trauma yang dapat menyebabkan peningkatan respon metabolik pada penderitanya, respon metabolisme ini akan berbanding lurus sesuai dengan ukuran atau tingkat keparahan luka bakar itu sendiri dan dapat berlanjut hingga bertahun setelah kejadian. Ditandai dengan adanya peningkatan detak jantung, suhu tubuh, konsumsi kalori, protelolysis dan neoglikogenesis yang bertujuan untuk penyembuhan luka, maka dari itu pemberian dan kebutuhan nutrisi perlu diperhatikan untuk kebutuhan energi yang dikeluarkan.
Oleh karena itu,tim pelaksana Pengabdian Pada Masyarakar yang diketuai oleh Dr. Kiki Lukman, dr., Msc, Sp.B-KBD dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran mengadakan penyuluhan terkait pentingnya nutrisi pada pasien luka bakar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan serta mengedukasi masyarakat awam mengenai nutrisi pada pasien luka bakar.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2019 di DTP Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Dilakukan pre- dan post- test dalam bentuk kuisioner untuk mengetahui sejauh mana para peserta mengerti mengenai penyuluhan ini. Acara penyuluhan ini juga terdiri dari sesi kuliah, dan sesi tanya jawab yang disediakan oleh Divisi Bedah Plastik Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.
Berikut kebutuhan Mikronutrien pada Pasien Luka Bakar :
| Zat gizi | Jumlah |
| Vitamin A (total) beta-carotene | 10.000 IU/hari |
| Vitamin C | 66 mg/kg/jam |
| Vitamin B, asam folat | 2-3 x RDA |
| Vitamin E | Minimal 100 mg/hari |