Chay Asdak, Ir., M.Sc., Ph.D, Totok Herwanto, Ir., M.Eng dan Dwi Rustam Kendarto, S.Si. Fakultas: FTIP Sumberdana: DIKS Tahun: 2005 Abstrak: Proses dekomposisi sampah organik secara alami oleh mikroba pengurai membutuhkan waktu antara 2-3 bulan atau bahkan lebih dari 12 bulan. Hal ini dapat dipercepat dengan mencacah sampah organik menjadi potongan-potongan kecil berukuran tertentu. Untuk itu melalui metode penelitian rekayasa telah dirancang dan diuji kinerja sebuah mesin pencacah sampah yang mampu memperkecil sampah organik menjadi potongan berukuran 2-3 cm. Perancangan mesin dilaksanakan di Bengkel BLPT (Balai Latihan Pendidikan Teknik), Jalan Pahlawan No.40 Bandung, sedangkan pengujian kinerja dilaksanakan pada bulan Juni-September 2005 di unit pengolahan sampah Lembaga Pemberdayaan Warga (LPW) Cibangkong, Bandung. Hasil rancangan adalah sebuah mesin pencacah sampah organik berkapasitas 36,25 kg/jam dengan kemampuan tampung hopper 20 kg dan kemampuan sangga rangka 466,48 N. Kebutuhan dayanya 676 Watt sehingga mesin cukup dioperasikan oleh mesin penggerak listrik berdaya 1 Hp (746 W). Biaya produksi mesin per unit adalah Rp 4.500.000,00 dengan harga jual Rp 6.210.000,00. Dari hasil tekno-ekonomi, titik impas modal dicapai pada operasi selama 925,473 jam atau kuantitas cacah sebanyak 33.112,083 kg, sedangkan nilai tunai bersih diperoleh pada tahun kelima dengan tingkat suku bunga 13% sebesar Rp 375.459,198,00 Kata kunci: pencacah sampah, skala rumah tangga, kompos
idris
[utech_latest_posts category=’idris’]