December 5, 2019

Program Edukasi Limbah Cerdik Organik dan Penanganan Sanitasi Limbah di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung

Sektor pertanian masih berperan penting dalam ekonomi Indonesia. Pada tahun 2015 Badan Pusat Statistik Indonesia mendata 8 087 393 hektar tanah dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Namun, pertanian sebagai sumber mata pencaharian dan sumber pangan masyarakat juga menghasilkan limbah. Hasil pertanian komoditi tanaman pangan di Jawa Barat yaitu 13 064 539 ton/tahun (Jawa Barat dalam Angka 2012). Kabupaten Garut yang menyumbang 14.7% dari total hasil tersebut menghasilkan 87314.21 ton berat kering limbah segar tanaman pangan per tahun. Data ini memperlihatkan bahwa jumlah limbah pertanian di Indonesia begitu banyak.

Berbagai metode telah dikembangkan untuk menangani jumlah limbah pertanian yang ada. Beberapa metode yang telah ada yaitu pemanfaatan limbah untuk produksi bioetanol, produksi gula, pembuatan silika, pembuatan pupuk kompos, dan menjadi bahan untuk pakan ternak atau ikan. Jumlah yang banyak dan jenis yang beragam dari limbah pertanian di Indonesia memberikan ruang potensi yang besar untuk berkembangnya industri baru. Pemilihan metode pemanfaatan yang tepat tergantung pada kondisi pertanian dari masing-masing daerah. Hal ini disebabkan setiap metode memanfaatkan karakteristik dan komposisi kimia tertentu yang ada pada limbah pangan.

Dari permasalahan diatas diadakan kegiatan PPM tentang program edukasi limbah cerdik organik dan penanganan sanitasi limbah di kecamatan cileunyi,kabupaten bandung yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai petani untuk dapat melakukan pengolahan dan sanitasi terhadap limbah pertanian dengan baik dan benar guna mengurangi limbah pertanian yang dihasilkan oleh sektor pertanian.

Penyuluhan dan Workshop tentang biopori dan sanitasi dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2019.Acara tersebut dihadiri oleh Ketua RW 14 yaitu Bapak Momon dan warga RW 14 Desa Sekejengkol berjumlah 21 orang. Acara dimulai pukul 09.00 dan diisi tentang materi penyuluhan mengenai sanitasi dilanjutkan dengan penyuluhan biopori. Materi penyuluhan diberikan langsung oleh mahasiswa KKN Universitas Padjajaran. Terdapat dialog Tanya jawab di setiap sesi pemberian materi yang terjadi antara warga RW 14 dan para mahasiswa mengenai sanitasi dan biopori. Warga sangat antusias dengan materi yang diberikan dan semakin mengetahui manfaat dari sanitasi dan bipori dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi disampaikan terdapat doorprize yang diberikan kepada warga RW 14. Setelah selesai menjabarkan materi, acara dilanjutkan dengan workshop penggunaan alat biopori. Praktek penggunaan alat biopori digunakan untuk memberikan contoh bagi para petani dalam membuat lubang biopori yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekitar RW 14 Desa Sekejengkol. Setelah selesai workshop, acara ditutup dengan pemberian piagam kenang-kenangan kepada RW 14 Desa Sekejengkol Cileunyi Wetan. Acara penyuluhan selesai pada pukul 12.00 WIB.

Diharapkan dengan edukasi ini para petani di Kecamatan Cileunyi dapat memahami pengelolaan limbah pertanian menjadi kompos, pakan ternak, dan bioetanol serta sanitasi pada lingkungan sekitar serta dapat memanfaatkan limbah pertanian yang mereka hasilkan dan menjadikannya suatu industri baru untuk meningkatkan ekonomi dan mengurangi pencemaran akibat limbah.

Artikel terkait