Nama Lengkap : Prof. Dr. Ratu Safitri, MS
E-mail : [email protected]
Bidang Keahlian : Mikrobiologi; Biokimia
Prodi S3 Calon Mahasiswa: Bioteknologi
Judul Penelitian yang Ditawarkan:
Mekanisme Molekuler Kelasi Zat Besi Ekstrak Kayu Secang Pada Model Khewan Coba Dengan Besi Berlebih
Molecular Mechanisms of Iron Chelation of Sappan Wood Extract in Animal Models with Iron Excess
Abstrak:
Penyebab utama kelebihan besi sistemik adalah hemokromatosis herediter, anemia pemuatan besi (thalassemia, anemia diserithropoietik kongenital, anemia sideroblastik, sindrom mielodisplastik), dan bentuk kelebihan besi sekunder transfusi atau lainnya. Dalam kasus ini, zat besi melebihi kapasitas penyangga transferin yang mengarah ke bentuk NTBI yang sangat reaktif yang diserap di hati, jantung, dan kelenjar endokrin, di mana kelebihan zat besi memicu kerusakan oksidatif dan disfungsi organ, menyebabkan sirosis, kardiomiopati, diabetes melitus, dan endokrinopati lainnya. Hemochromatosis herediter disebabkan oleh mutasi pada gen yang mengkode hepcidin itu sendiri (HAMP) atau mutasi pada gen yang merupakan penginduksi utama ekspresi hepcidin sebagai respons terhadap zat besi: HFE, transferrin receptor 2 (TFR2), atau hemojuvelin (HFE2, juga dikenal sebagai HJV). Kayu secang (Caesalpinia sappan) dengan senyawa utama Brazillin dikenal bangsa Indonesia sebagai minuman dan obat tradisional alami. Brazilin, diketahui memiliki kapasitas kelasi zat besi, anti-oksidan, dan memodulasi respons imun, sehingga sangat tepat untuk diimplementasikan sebagai adjuvan terapi kelasi besi seperti pada penderita thalassemia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara molekular mekanisme kelasi zat besi oleh ekstrak kayu secang dengan cara mengamati aktivitas ekspresi gen pada organ hati dan ginjal pada pengaturan kelebihan zat besi. Dengan diketahuinya mekanisme molekular tersebut maka diharapkan deteksi kondisi kelebihan zat besi pada pasien dapat dilakukan sejak dini sehingga akan mencegah kerusakan organ.
Abstract:
The main causes of systemic iron overload are hereditary hemochromatosis, iron loading anemia (thalassemia, congenital dyserithropoietic anemia, sideroblastic anemia, myelodysplastic syndrome), and transfusional or other forms of secondary iron overload. In these cases, iron exceeds the buffering capacity of transferrin leading to a highly reactive form of NTBI that is absorbed in the liver, heart, and endocrine glands, where excess iron triggers oxidative damage and organ dysfunction, leading to cirrhosis, cardiomyopathy, diabetes mellitus, and other endocrinopathy. Hereditary hemochromatosis is caused by mutations in the gene that encodes hepcidin itself (HAMP) or mutations in the genes that are major inducers of hepcidin expression in response to iron: HFE, transferrin receptor 2 (TFR2), or hemojuvelin (HFE2, also known as HJV) . Secang wood (Caesalpinia sappan) with the main compound Brazillin is known to the Indonesian people as a natural traditional drink and medicine. Brazilin, is known to have the capacity to chelate iron, anti-oxidants, and modulate the immune response, therefore it is very appropriate to be implemented as an adjuvant to iron chelation therapy such as in patients with thalassemia.
This study aims to analyze molecularly the mechanism of iron chelation by secang wood extract by observing the activity of gene expression in the liver and kidneys in the regulation of iron overload. By knowing these molecular mechanisms, it is hoped that detection of iron overload conditions in patients can be done early so as to prevent organ damage.