Prof. Auliya Abdurrohim Suwantika,S.Si., Apt., Ph.D.

Calon Promotor Program Padjadjaran Excellence Fastrack Scholarship Tahun 2024

 

Nama Lengkap : Prof. Auliya Abdurrohim Suwantika,S.Si., Apt., Ph.D.

E-mail : [email protected]

Bidang Keahlian : Farmakoekonomi

Prodi S3 Calon Mahasiswa: Doktoral Farmasi

Judul Penelitian yang Ditawarkan:  

Penetapan Prioritas untuk Intervensi Kesehatan Baru di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah

Setting Priorities for New Healthcare Interventions in Low- and Middle-Income Countries

 

Abstrak:

Layanan kesehatan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (low- and middle-income countries, LMICs) menghadapi banyak tantangan, mulai dari sumber daya yang terbatas hingga kebutuhan layanan kesehatan yang beragam. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini memerlukan penetapan prioritas strategis dalam intervensi layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membangun kerangka komprehensif untuk intervensi penting, termasuk vaksinasi, nutrisi, dan layanan kesehatan digital dalam konteks LMICs, dengan fokus pada parameter utama beban penyakit, efektivitas biaya, penerimaan, dan keadilan. Metodologi ini terdiri dari tahapan-tahapan yang saling berhubungan, dimulai dengan tinjauan literatur ekstensif dan pengumpulan data sekunder dari empat sumber berbeda. Pada tahap awal, analisis akan berkonsentrasi pada identifikasi penyakit-penyakit umum di negara-negara miskin dan berkembang, mengevaluasi beban penyakit-penyakit tersebut dalam hal morbiditas, mortalitas, dan tahun hidup yang disesuaikan dengan disabilitas (disability-adjusted life years, DALYs). Setelah itu, analisis efektivitas biaya yang komprehensif akan dilakukan untuk setiap intervensi, membandingkan biaya per unit peningkatan kesehatan untuk menentukan strategi yang paling efisien secara ekonomi. Melanjutkan ke tahap ketiga, penelitian ini akan mengeksplorasi akseptabilitas intervensi dalam komunitas sasaran. Eksplorasi ini bertujuan untuk memahami faktor budaya, sosial, dan ekonomi yang mempengaruhi penerapan intervensi layanan kesehatan. Tahap keempat akan menilai keadilan distribusi sumber daya, memastikan alokasi manfaat yang adil di berbagai kelompok demografi dan wilayah geografis. Kesimpulannya, penelitian ini bertujuan untuk memandu para pengambil keputusan dalam mengoptimalkan alokasi sumber daya, yang pada akhirnya meningkatkan hasil kesehatan dan mendorong keadilan dalam rangkaian terbatas sumber daya.

 

Abstract:

Healthcare in low- and middle-income countries (LMICs) faces numerous challenges, from limited resources to diverse healthcare needs. Addressing these challenges requires strategic prioritization of healthcare interventions. This research aims to explore and establish a comprehensive framework for essential interventions, including vaccination, nutrition, and digital healthcare in the context of LMICs, focusing on the key parameters of burden of the disease, cost-effectiveness, acceptability, and fairness. The methodology comprises interconnected stages, starting with an extensive literature review and the collection of secondary data from four diverse sources. In the initial stage, the analysis will concentrate on identifying prevalent diseases in LMICs, evaluating their burden in terms of morbidity, mortality, and disability-adjusted life years (DALYs). Following this, a comprehensive cost-effectiveness analysis will be conducted for each intervention, comparing the cost per unit of health gain to discern the most economically efficient strategies. Proceeding to the third stage, the research will explore the acceptability of interventions within the target communities. This exploration aims to understand the cultural, social, and economic factors influencing the adoption of healthcare interventions. The fourth stage will assess the fairness of resource distribution, ensuring equitable allocation of benefits across diverse demographic groups and geographical regions. In conclusion, this research aspires to guide decision-makers in optimizing resource allocation, ultimately improving health outcomes and fostering equity within resource-constrained settings.