October 31, 2010

Pengembangan Biosensor Dna Untuk Deteksi Mutasi Titik (Point Mutation) Dna Mitokondria Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2

Yeni Wahyuni Hartati, M.Si Dr. Siti Rochani, M.Sc Iman Permana Maksum, M.Si Fakultas: MIPA Sumberdana: Hibah Bersaing Tahun: 2010 Abstrak: Studi ini menjelaskan tentang single base mismatch detection pada DNA secara berurutan memanfaatkan suatu biosensor elektrokimia, berdasarkan sinyal guanin. Urutan A3243G mutasi mtDNA, salah satu penyebab tipe-2 penyakit diabetes mellitus, telah dipilih sebagai probe dan DNA target. Tidak ada yang sinyal guanin diperoleh dari probe, karena pangkalan inosin bersifat electroinactive. Selanjutnya, probe ini dihibridisasi dengan target pada permukaan elektroda grafit pensil (PGEs). Diskriminasi dari ssDNA, DNA hibrida, dan mismatch base single yang terhubung dengan voltametri pulsa diferensial (DPV) teknik dapat dicapai dengan mengukur perubahan arus puncak. Telah ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi target sinyal guanin seperti konsentrasi dari probe dan target DNA, waktu imobilisasi dan hibridisasi. Terdapat Perubahan di puncak voltametri sinyal guanin sebagai akibat dari hibridisasi diantara oligonukleotida sintetik, dan ketidakcocokannya. Deteksi elektrokimia A3243G mutasi mtDNA dipersingkat dan disederhanakan untuk diagnosis awal tipe-2 diabetes mellitus Kata kunci: single base mismatch; elektrokimia biosensor DNA; sinyal guanin; A3243G mtDNA

Artikel terkait