December 18, 2019

Penerapan Teknologi Pengolahan Hasil Ikutan Ternak Ayam Di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang

Hasil ikutan ternak masih memiliki nilai gizi yang tinggi. Teknologi pengolahan usus menjadi baso dan naget dapat meningkatkan variasi produk olahan pangan yang disukai dan memiliki nilai ekonomis. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang

diintegrasikan dengan kegiatan KKN Mahasiswa. Materi yang diberikan pada kegiatan PKM ini adalah produksi bakso usus (Bak Sus) dan naget usus (Nasus). Program PKM ini terdiri atas metode penyuluhan dan praktek produksi Bak Sus dan Nasus.

Tim PPM Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diketui oleh Dr. Jajang Gumilar, S.Pt.,MM yang dibantu dua anggotanya yaitu Dr. Wendry Setiyadi Putranto,S.Pt.,M.Si dan Andry Pratama, S.Pt., MS. Mengadakan penelitian mengenai penerapan teknologi prngolahan hasil ikutan ternak ayam di desa cileles, kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Yang menjadi sasaran dalam PKM ini adalah ibu-ibu yang ada di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, khususnya ibu ibu yang berkumpul dalam wadah PKK Desa Cileles dan ibu-ibu penggiat posyandu. 

Tujuan diadakannya PKM di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK desa Cileles dalam pengolahan hasil ikutan ternak ayam menjadi baso dan naget dan sejauh mana pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa Cileles dalam pengolahan hasil ikutan ternak ayam menjadi baso dan naget setelah PKM dilaksanakan. 

Metode yang digunakan dalam rangkaian kegiatan PKM ini meliputi penjelasan teori tentang pengetahuan bahan pangan dalam hal ini usus ayam serta produk olahannnya yaitu Baso dan naget, selanjutnya praktek pembuatan produk. Untuk megetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang baso dan naget maka dilakukan pre-test dan selanjutnya setelah mendapatkan penjelasan serta praktek langsung maka dilakukan post test. Dilakuan analisis statistik terhadap presentase pemahaman dan penguasaan teknologi dari hasil pre-test dan post-test menggunakan uji T.

Kegiatan utama dalam PKM ini adalah kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini dilakukan tahapan kegiatan sebagai berikut: (1). Pelaksanaan Pre-test (2) Penyuluhan dan pemberian materi mengenai cara pengolahan usus ayam Menjadi baso dan naget, (3) Praktek pembuatan baso dan naget berbahan baku usus ayam, (4) Pelaksanaan Post-test. Dan pengetahuan Pengetahuan peserta mengenai teknologi pengolahan usus menjadi baso dan naget masih rendah. Rata – rata nilai pada saat akan dilakukan pelatihan yaitu 56, pada umumnya peserta tidak tahu cara pengolahan usus menjadi baso maupun naget.

Sebelum dilakukan pelaksanaan PKM pengetahuan peserta mengenai teknologi pengolahan usus menjadi baso dan naget masih rendah (56,33) dan setelah dilakukan PKM terjadi peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan menjadi 80,5. Saran agar keberlanjutan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan dapat dijadikan usaha bagi masyarakat maka masih perlu dilakukan beberapa kegiatan seperti: (1) Pendampingan produksi Bak Sus dan Nasus secara komersial, (2) Pembesaran skala produksi agar kapasitas lebih optimal, (3) Pendampingan pemasaran produk yang dihasilkan. 

Penulis : Dr. Jajang Gumilar, S.Pt.,MM, Dr. Wendry Setiyadi Putranto,S.Pt.,M.Si dan Andry Pratama, S.Pt., MS.

Artikel terkait