DBD dapat menjadi salah satu bahaya yang mengintai di lingkungan masyarakat sehingga diperlukan adanya pencegahan. Salah satu cara untuk mencegah penyebaran penyakit DBD adalah dengan memanfaatkan daun Suren (Toona sureni) sebagai repellent pada jentik nyamuk, sehingga dapat menghentikan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti yang telah diketahui berperan sebagai vektor penyakit DBD.
Jawa Barat merupakan provinsi dengan kasus DBD paling tinggi di Indonesia. Salah satu upaya untuk menguranginya adalah mengusir nyamuk vektor pembawa virus penyakit. Tanaman yang bersifat insektisida khususnya repellent dapat digunakan untuk mengusir nyamuk tersebut. Dampak dari insektisida sintetik seperti keracunan dan kerusakan lingkungan memberi pilihan pestisida nabati sebagai yang aman dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan tanaman sebagai sumber pestisida. Suren (Toona sureni) merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai peluang untuk digunakan sebagai insektisida nabati, karena keberadaannya yang cukup melimpah. Daun suren juga memiliki kandungan kimia yang tidak disukai oleh nyamuk dapat membantu keresahan tersebut.
Maka dari itu kami selaku tim PPM Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diketuai oleh Dr. Desi Harneti Putri Huspa dibantu tiga orang anggota yaitu Dr. Nurlelasari,Madihah, M.Si dan Yusi Deawati dengan kasus tersebut maka tim PPM akan membuat repellent dari ekstrak daun Suren, mensosialisasikan DBD dan daun Suren, dan mengaplikasikannya di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor.
Jenis kegiatan terdiri dari sosialisasi penyakit DBD dan penggunaan ekstrak daun suren, cek kesehatan gratis bagi warga RW 05, dan pelaksanaan Jumsih bersama warga RW 05 Desa Cileles.Kegiatan ini mengangkat tema mengenai pemanfaatan daun suren (Toona sureni) untuk mengusir nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Senin, 22 Juli 2019 Pukul 13.00-18.00 WIB di Masjid Desa Cileles RW 05, Kecamatan Jatinangor serta pada Hari Jumat, 26 Juli 2019 yang dilaksanakan pada Pukul 06.00-10.40 WIB. Bentuk dari kegiatan ini berupa rangkaian yang terdiri dari pemaparan materi mengenai cara pemanfaatan daun Suren (Toona sureni) untuk mengusir nyamuk Aedes aegypti serta penjelasan upaya pencegahannya, kegiatan gotong-royong dan diakhiri dengan makan-makan bersama. Selain itu diadakan cek kesehatan yang dilakukan secara gratis pada seluruh warga RW 05 yang hadir yang meliputi cek gula, asam urat, kolesterol serta tensi. Dari proses cek kesehatan ini diperoleh sebanyak 40 orang wanita dan 2 pria dari berbagai usia telah mendapatkan pemeriksaan gula, asam urat, kolesterol dan tensi dengan hasil mayoritas dari warga yang telah diperiksa memiliki tingkat asam urat di atas normal.
Pada penelitian memanfaatkan daun suren ini perlu dilakukan pengujian lebih lanjut terhadap optimasi penggunaan daun suren sehingga dapat membunuh nyamuk dan mengetahui pengaruh terhadap manusia sehingga saat diterapkan oleh masyarakat menjadi lebih aman.
Penulis :Dr. Desi Harneti Putri Huspa, Dr. Nurlelasari,Madihah, M.Si dan Yusi Deawati