Meningkatnya kasus kanker dan kematian akibat kanker di Indonesia dari tahun ke tahun perlu mendapatkan perhatian serius. Beberapa faktor yang berkontribusi pada peningkatan kejadian ini adalah kurangnya sosialisasi tentang kanker dan aktivitas-aktivitas penurun resiko kanker serta minimnya informasi tentang deteksi dini penyakit kanker, disamping kurang efektifnya pengobatan dan upaya peningkatan kualitas hidup penderita. Pemberian wawasan kepada masyarakat tentang penyakit kanker dan faktor-faktor yang bisa menurunkan resiko terkena kanker, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sehingga terhindar dari penyakit ini. Selain itu pemberian pemahaman tentang deteksi dini kanker payudara diharapkan bisa menambah pengetahuan dan memunculkan kesadaran untuk lebih mewaspadai penyakit ini. Penelitian ini fokus pada pembuatan aplikasi berbasis android tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Aplikasi ini diharapkan bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi mengenai kanker payudara, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya kanker payudara, memberikan informasi tentang kelainan pada payudara, dan memberikan tips hidup sehat agar dapat terhindar dari kanker payudara. Aplikasi yang diberi nama ‘Be Care’ ini sudah selesai dibuat dan disosialisasikan kepada masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa ada peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap kanker payudara, serta bertambahnya keterampilan peserta dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
Maka dari itu tim PPM Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan pembuatan aplikasi deteksi dini kanker payudara berbasis android dan yang terlibat dalam peneitian ini adalah 100 orang mahasiswi yang berkuliah di Bandung, dengan perangkat smartphone berbasis android. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat lebih mengetahui berbagai informasi mengenai kanker payudara, seperti penyebab, pencegahan, deteksi dini dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), dan segala aktivitas yang dapat menurunkan resiko kanker payudara.
Untuk menunjang program ini tim PPM melakukan penelitian yang dimulai dengan pembuatan desain aplikasi dan penyaringan informasi yang akan ditampilkan pada aplikasi, dilanjutkan dengan pembuatan aplikasi. Kemudian, dilanjutkan dengan pembuatan kuisioner pre-test dan post-test sebagai instrument untuk evaluasi dan penilaian aplikasi oleh subjek penelitian. Peralatan yang dibutuhkan dalam proses penelitian ini adalah kuisioner untuk melihat peningkatan pengetahuan responden serta penilaian terhadap aplikasi, smartphone untuk uji coba aplikasi, dan souvenir.
Tahap pengembangan aplikasi ini dilakukan beberapa tahap yang pertama proses pembuatan aplikasi edukasi “Be Care” dibantu oleh 1 orang programmer aplikasi dan 2 orang sebagai layout designer dengan bantuan software React Native sebagai framework JavaScript. Setelah itu melakukan validasi aplikasi sebagai pembenahan tampilan dalam pemakaian warna, background, gambar, ukuran icon dan resolusi ketika aplikasi dapat tampil dengan baik di setiap tipe HP Android. Oleh programmer, disarankan untuk melakukan pemilihan warna yang seimbang agar terkesan “fresh” dan pemilihan ukuran icon agar presisi dalam penggunaannya. Kemudian, sebelum diuji coba pada responden, masing-masing dari kami melakukan tahap-tahap penyesuaian tampilan pada tipe HP berbeda yang dibantu dengan aplikasi bernama EXPO untuk pengoprasian aplikasi “Be Care” dalam bentuk file apk. Tahap yang terakhir yaitu melakukan tahap uji coba, Aplikasi hasil validasi diujicobakan kepada 100 responden berstatus mahasiswi yang berkuliah di Bandung dengan rentang usia 18 sampai 22 tahun. Peneliti membimbing responden untuk mengisi informed consent sebelum dilakukan uji coba dan mengisi kuesioner pre-test. Responden kemudian diarahkan untuk menginstall dan mencoba aplikasi “Be Care” selama 5 sampai dengan 10 menit. Setelah selesai mencoba aplikasi, responden kembali diinstruksikan untuk mengisi kuesioner post-test berisi penilaian aplikasi, kritik, dan saran.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan, aplikasi “Be Care” meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara dari rata-rata 43,38% menjadi 77,72%. Sebanyak 60,8 % juga mengatakan sangat setuju bahwa aplikasi Be Care diperlukan untuk membantu deteksi kanker payudara. Aplikasi ini masih perlu diperbaharui dalam aspek tampilan berupa ukuran font yang digunakan dan menambahkan gambar gejala klinis dari kanker payudara. Hasil pengembangan aplikasi ini diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat untuk lebih mengetahui berbagai informasi mengenai kanker payudara, seperti penyebab, pencegahan, deteksi dini dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sehingga dapat dilakukan penangan lebih awal untuk mencegah morbiditas maupun mortalitas dari kanker payudara.
Penulis :Dr. Hesti Lina Wiraswati, M.Si , Dr. rer.nat Savira Ekawardhani, M.Si , Dr. drh. Sarasati Windria