Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa prevalensi Penyakit Tidak Menular di Indonesia makin meningkat.Penyakit Tidak Menular di Indonesia makin meningkat. Penyakit tidak menular menimbulkan angka kesakitan dan biaya pengobatan yang tinggi. Pengobatan pada penyakit tidak menular tidak menjamin kesembuhan penderita sepenuhnya. Oleh karena itu mencegah dan mengendalikan faktor risiko merupakan upaya yang paling tepat dilakukan, efektif dan relatif lebih murah bila dibandingkan dengan biaya pengobatan PTM.Pengendalian faktor risiko PTM bertujuan 1) mencegah terjadinya faktor risiko PTM bagi yang belum memiliki faktor risiko, 2) mengembalikan kondisi faktor risiko PTM menjadi normal kembali bagi yang telah memiliki risiko, dan 3) mencegah komplikasi, kecacatan dan kematian dini serta meningkatkan kualitas hidup bagi penyandang PTM.Salah satu strategi pengendalian PTM yang efisien dan efektif adalah dengan memberdayaan dan meningkatan peran serta masyarakat melalui Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) PTM.
Pada kasus diatas membuat tim pelaksana PKM mengkaji hambatan dan peluang penyelenggaraan Posbindu PTM dengan merujuk pada pustaka dan penelitian sebelumnya. Hasil kajian digunakan sebagai rujukan untuk mendesain kegiatan yang berutujuan merevitalisasi kegiatan Posbindu PTM di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor.
Sehingga kegiatan PKM ini telah mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaan Posbindu PTM di Desa Cipacing. Faktor yang dominan adalah: 1) Rendahnya pemahaman masyarakat pada PTM dan pencegahannya; 2) Rendahnya pemahaman masyarakat pada fungsi Posbindu untuk pencegahan PTM, 3) Rendahnya pengetahuan kader mengenai PTM dan penyelenggaraan Posbindu, 4) Rendahnya partisipasi aktor sosial potensial di dalam penyelenggaraan Posbindu, 5) Terbatasnya alat dan dana untuk penyelenggaraan Posbindu.Sasaran kegiatan PKM ini adalah warga berumur >15 tahun yang bertempat tinggal 18 RW di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Materi penyuluhan yang disiapkan adalah berupa berwarna brosur ukuran A4 yang berisi informasi mengenai definisi penyakit tidak menular, jenis-jenisnya, penyebab, gejala, dan cara pencegahannya. Brosur ini didesain dengan menggunakan Bahasa Indonesia, bahasa yang dipilih oleh warga Desa Cipacing untuk berkomunikasi secara formal sehari-hari.Penyakit tidak menular yang dijelaskan dalam poster meliputi penyakit yang paling umum dijumpai di masyarakat yaitu gagal ginjal, stroke, gagal jantung dan serangan jantung. Brosur ini dibagikan pada peserta penyuluhan. Peserta penyuluhan diberi brosur dengan jumlah lebih untuk dibagikan pada warga yang tidak dapat hadir di kegiatan penyuluhan.
Pada tahun kedua kegiatan PKM ini, fokusnya adalah wilayah RW di Desa Cipacing yang kadernya sama sekali belum pernah ikut pelatihan PTM dan Posbindu, dan warganya sama sekali belum pernah terpapar informasi mengenai penyakit tidak menular, yaitu RW 3 dan RW 10. Penyuluhan dilakukan dengan berbagai cara dan kegiatan, diantaranya pertemuan dan diskusi di rumah warga, lomba mengenal makanan sehat untuk remaja, penyuluhan setelah kegiatan pengajian rutin, dan ngobrol santai setelah senam Zumba.
Kegiatan lain dari tim PKM adalah melakukan pemeriksaan untuk deteksi dini PTM di RW 3 dan RW 10. Kegiatan ini dilakukan untuk memperolah gambaran situasi mengenai PTM di kedua wilayah ini. Pemeriksaan di RW 3 dilakukan beberapa hari setelah penyuluhan dilakukan; sedangkan di RW 10, pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyuluhan.Hasil pemeriksaan deteksi dini PTM di RW 03 dan RW 10 menunjukkan bahwa 98% warga yang diperiksa berat badan yang proporsional dengan tinggi badan; tekanan darah yang cukup tinggi yaitu >130 –220 mmHg; kadar gula darah puasa dalam batas normal, kadar asam urat dalam rentang normal, dan lemak darah dalam rentang normal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tekanan darah tinggi menjadi risiko PTM tertinggi di kalangan warga di RW 03 dan RW 10 Desa Cipacing.Setelah kegiatan PKM ini berakhir di 2019, diharapkan para kader, otoritas desa, dan para warga masyarakat dapat melanjutkan merevitalisasi kegiatan Posbindu di Desa Cipacing dan juga sebagai upaya untuk melakukan pencegahan PTM.
Penulis : Erna Herawati,S.Ant., MA., PhD,dr. Yulia Sofiatin, Sp.PD,Dra. Kismiyati El-Karimah., MSi