Transmisi bahasa Sunda kepada generasi berikutnya sulit dilakukan karena orang tua sudah banyak yang tidak mengajarkan bahasa Sunda di rumahnya. Bahasa Sunda masih diajarkan di sekolah, tetapi menghadapi kendala baik dalam hal kurikulum, kompetensi pengajar, bahan ajar, maupun metode pembelajarannya. Pilihan kata dan konteks situasi yang dimunculkan di dalam buku ajar juga belum menyentuh situasi yang nyata terjadi dalam masyarakat penutur bahasa Sunda sehingga siswa-siswa sulit memahami kosakata bahasa Sunda untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kosakata kasar masih kerap muncul dan menyebar tidak merata serta kemunculannya fluktuatif, cenderung tidak diperhitungkan tujuan kemunculan kata kasar tersebut apakah sesuai dengan kognisi siswa-siswa Sekolah Dasar ataupun kondisi masyarakat penutur bahasa Sunda yang mengenal adanya undak usuk basa.
Maka dari itu pelaksanaan PPM Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diketuai oleh Dr. Hera Meganova Lyra, M.Hum dibantu oleh dua anggotanya yaitu Taufik Ampera, M.Hum. dan Dr. Teddi Muhtadin, M.Hum. Mengadakan kegiatan lokalkarya apresiasi sajak sunda yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tanjungsari.
PPM ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman Sajak Sunda Para Siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari. Serta Meningkatkan kesadaran generasi muda khususnya Para Siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari tentang pentingnya budaya sunda khususnya sajak Sunda. Yang menjadi sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat “Lokakarya Apresiasi Sajak Sunda Siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari” adalah siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 2 Tanjungsari.
Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tanjungsari meliputi
(1) Pengenalan dan Penyampaian Materi Sajak (18Juli 2019);
(2) Pembuatan Sajak dan Mading ( 19 Juli 2019). Siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari diberi tugas untuk membuat sajak secara individu dengan tema yang tidak ditentukan. Kemudian para siswa diajak untuk membuat mading berisi sajak yang telah mereka buat. Selain itu, para siswa membentuk kelompok untuk pementasan pertemuan terakhir;
(3) Praktik Membaca Sajak dan Persiapan Pementasan (25 Juli 2019). Siswa diarahkan untuk membaca sajak yang telah mereka buat, lalu berlatih untuk gladi bersih pementasan hari esok. Diakhiri dengan
(4) Pementasan Sajak dan Penutup KKN (26 Juli2019).
Diharapkan setelah berlangsungnya kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan, empati, sikap serta prilaku sosial secara baik pada siswa, mampu membantu guru-guru sekolah dasar dalam materi bahan ajar sajak Sunda, Menjadi cikal bakal untuk berdirinya esktrakurikuler Teater Sunda, dan Sebagai sarana mengembangkan kemampuan dan potensi anak dalam memahami sajak.