Faisal Helmi, ST , Yuyun Yuniardi, ST.,MT dan Agung Muljo, Ir., MT
Fakultas: MIPA Sumberdana: DIPA RUTIN Tahun: 2006
Abstrak: Struktur geologi daerah Gunung Geulis cukup kompleks ditinjau dari banyaknya struktur geologi baik berupa struktur lipatan maupun sesar. Di daerah ini dijumpai 3 buah sumbu lipatan, masing-masing terdiri atas 1 buah antiklin (Antiklin Gunung Geulis) dan 2 buah sinklin (Sinklin Gunung Geulis dan Sinklin Cikandung). Ke tiga sumbu lipatan tersebut berarah barat-timur dan terletak saling sejajar. Antiklin Gunung Geulis termasuk ke dalam jenis lipatan Horizontal Plunging Fold, sedangkan menurut klasifikasi Fleuty (1964) termasuk ke dalam klas Tight Fold. Sinklin Gunung Geulis berjenis horizontal plunging fold mengacu pada klasifikasi Fleuty (1969) termasuk ke dalam lipatan ketat (tight fold). Sinklin Cikandung termasuk ke dalam jenis horizontal plunging fold (Rickard, 1972) atau Lipatan Ketat atau tight fold (Fleuty, 1969). Sistem tegasan pembentuk struktur lipatan di daerah penelitian dapat ditentukan berdasarkan pada posisi serta jalur lipatannya. Dari geometri lipatan diketahui sumbu lipatan berarah barat-timur, dengan demikian secara teoritis arah tegasannya harus utara-selatan. Jika dikaitkan denbgan tektonik regional Jawa, maka arah tegasan utara-selatan ini dipengaruhi oleh aktifitas subduksi yang berarah barat-timur. Dalam sistem tumbukan lempeng konvergen di Jawa yang berlangsung pada Kala Tersier seluruhnya dipengaruhi oleh tektonik kompresi. Tektonik kompresi ini juga berpengaruh di daerah cekungan belakang busur, sehingga seluruh isi sedimen di dalam cekungan tersebut mengalami pengangkatan, perlipatan, dan pens Kata kunci: