Nama Lengkap : Dr Rina Hermawati, S.IP.,M.Si
E-mail : [email protected]
Bidang Keahlian : Antropologi Politik dan Antropologi Kebijakan
Prodi S3 Calon Mahasiswa:
Doktor Antropologi
Judul Penelitian yang Ditawarkan:
Model Kebijakan Pengelolaan Pedagang Kaki Lima
The Model of Streets Vendor’s Policy
Abstrak :
Kota-kota di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari fenomena informalisasi yang dicirikan dengan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang menghiasi koridor utama kota dan pusat-pusat kegiatan sosial-ekonomi kota (sekitar pusat perbelanjaan, pusat hiburan dan di sekitar masjid besar). Karakteristik PKL seperti itu telah menimbulkan berbagai persoalan yang kemudian berkembang menjadi masalah perkotaan, antara lain menciptakan kawasan kumuh, kesemrawutan, kemacetan lalu lintas, menimbulkan penurunan fungsi trotoar, mengurangi keindahan atau estetika kota, dan menimbulkan kerawanan sosial. Beragam permasalahan ini telah melahirkan kebijakan pengelolaan PKL. Beberapa kebijakan yang dilakukan oleh kota-kota di Indonesia antara lain penertiban, relokasi, penataan, tendanisasi, pembangunan sentra-sentra PKL, pemberian bantuan usaha dan lain sebagainya.
Penelitian ini akan menganalisa bagaimana pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut di Kota Bandung serta apa faktor yang menyebabkan keberhasilan dan kegagalan kebijakan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah model kebijakan pengaturan PKL dengan asumsi bahwa keberagaman karakteristik PKL akan melahirkan keberagaman kebijakan pula. Penelitian menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan dinamika relasi antara PKL dan pemerintah kota dalam beragam kebijakan tentang PKL. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, focus group discussion dan studi dokumentasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah policy brief dan publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Abstract :
Most of cities in Indonesia cannot be separated from the phenomenon of informalization which is characterized by the large number of street vendors (PKL) that adorn the main city corridors and the city’s socio-economic activity centers (around shopping centers, entertainment centers and around large mosques). That characteristics of street vendors have caused various problems, including creating slum areas, traffic jams, causing a decrease in the function of sidewalks, reducing the beauty or aesthetics of the city, and causing social insecurity. These various problems have given birth to street vendors’ policies. Several policies carried out by cities in Indonesia include controlling, relocating, structuring, tending, building street vendor centers, providing business assistance and so on.
This study will analyze how the implementation of these policies in Bandung and what factors cause the success and failure of the policy. The final result of this research is a policy model for regulating street vendors with the assumption that the diversity of street vendors’ characteristics will give birth to a variety of policies as well. This study uses qualitative methods to describe the dynamics of the relationship between street vendors and the city government in various policies regarding street vendors. Data collection techniques in the form of interviews, focus group discussions and documentation studies. The final results of this research are policy briefs and publications in reputable international journals.