Nama Lengkap : Dr. Ir. Abun, MP., IPM
E-mail : [email protected] / [email protected]
Bidang Keahlian : Nutrisi Ternak Unggas dan Teknologi Pakan
Prodi S2 Calon Mahasiswa : Magister Ilmu Peternakan
Prodi S3 Calon Mahasiswa : Doktor Ilmu Peternakan
Judul Penelitian yang Ditawarkan :
Potensi Sumber Betain Asal Herbal sebagai Anti Stres dan Pemanfaatanya dalam Menunjang Performa Pertumbuhan Ayam Lokal
Potential Sources of Betaine from Herbal as Anti-Stress and Its Utilization in Supporting the Growth Performance of Local Chickens
Abstrak:
Preferensi komoditas ayam lokal yang terus meningkat perlu ditunjang oleh kemampuan produksi pertumbuhan. Sistem pemeliharaan yang intensif dan pemberian pakan berbasis bahan nabati merupakan alternatif ke arah efisiensi. Kendala pemeliharaan ayam lokal intensif adalah mudah stres terutama pada kepadatan kendang tinggi. Selain itu, pakan berbasis nabati umumnya rendah asam amino metionin. Oleh sebab itu sistem pemeliharaan intensif dan ketersediaan pakan berkulitas merupakan faktor pembatas pada ayam lokal. Formulasi pakan berbasis bahan nabati dengan penggunaan feed aditif herbal mengandung betain, diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ayam lokal. Betain diketahui berperan sebagai osmolit organik dalam melindungi sel tubuh dari berbagai macam tekanan yang berasal dari luar, dan sebagai donor metil dalam mengubah homistein menjadi metionin. Penggunaan betain 0,1-0,2% pada ayam broiler diketahui dapat mempertahankan performa dalam keadaan heatstres.
Penelitian direncanakan dalam tiga tahun. Tahun ke-1: eksplorasi bahan sumber betain asal nabati (by produk, sayuran, dan umbi-umbian), dan penggunaannya dalam formula pakan ayam lokal (tujuan menetapkan sumber bahan mengandung betain guna menunjang performa pertumbuhan ayam lokal). Tahun ke-2: ekstraksi betain dari bahan terpilih dan penggunaannya dalam formula pakan ayam lokal fase pertumbuhan (tujuan menetapkan dosis penggunaan betain yang meghasilkan performa pertumbuhan terbaik pada ayam lokal). Tahun ke-3: ekstraksi dan stabilitas betain, serta penggunaannya dalam formula pakan ayam lokal fase layer (tujuan menetapkan dosis penggunaan betain yang menghasilkan performa produksi telur ayam lokal).
Tahap percobaan pada Tahun-1: 1) Eksplorasi bahan sebagai sumber betain asal nabati, dengan parameter yang diukur adalah a) analisis kimiawi bahan (kandungan nutrient, terutama betain) dan b) uji biologis (nilai Energi Metabolis pada ayam lokal); 2) uji pakan (feeding trial) dalam formula ransum, bertujuan untuk mendapatkan efektifitas penggunaan bahan sumber betain yang menghasilkan performa pertumbuhan ayam lokal terbaik. Parameter yang diukur pada tahap kedua (Tahun-1): a) karakeristik usus (histologi usus dan jumlah koloni mikroba usus), b) nilai hematologi darah (eritrosit, hemoglobin, hematokrit, leukosit, heterofil, limposit, kolesterol, glukosa, dan pH darah), dan c) performa pertumbuhan (bobot awal, bobot akhir, pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, konversi pakan, dan efisiensi pakan, serta mortalitas).
Penelitian Tahun-1 dirancang secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas pakan basal, pakan basal+metionin, pakan mengandung wheat bran (by produk), pakan mengandung bayam (sayuran), pakan mengandung bit (umbi-umbian); masing-masing dicobakan pada ayam lokal dengan kepadatan kendang berbeda. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varians, dan perbedaan antar perlakuan dianalisis menggunakan Uji Jarak berganda Duncan.
Abstract :
The increasing preference for local chicken commodities needs to be supported by growth production capabilities. Intensive farming systems and feed based on plant-based ingredients are efficient alternatives. The constraint of intensive local chicken farming is easy to stress, especially at high cage densities. In addition, plant-based feeds are generally low in the amino acid methionine. Therefore, the intensive farming system and the availability of quality feed are limiting factors for local chickens. The formulation of plant-based feed with the use of herbal feed additives containing betaine is expected to support the growth of local chickens. Betaine is known as an organic osmolyte in protecting body cells from various external pressure, and as a methyl donor in converting homocysteine into methionine. The use of betaine 0.1-0.2% in broiler chickens is known to maintain performance under heat stress.
The study is planned for three years. 1st year: the exploration of betaine sources of plant origin (by-products, vegetables, and tubers), and their use in local chicken feed formulas (objective to determine the source of betaine-containing ingredients to support the growth performance of local chickens). 2nd year: extraction of betaines from selected ingredients and their use in growth phase local chicken feed formulas (objective to determine the dose of betaine that produces the best growth performance in local chickens). 3rd year: extraction and stability of betaines, as well as their use in layer phase local chicken feed formulas (the aim is to determine the dose of betaine that results in the performance of local chicken egg production).
Experimental Phase in the first year: 1) Exploration of materials as a source of plant-based, with the parameters measured, are a) chemical analysis (nutrient content, especially betaine) and b) biological test (Metabolic Energy value in local chickens); 2) the feeding trial in the ration formula, aims to obtain the effectiveness of the use of source materials that produce the best growth performance of local chickens. Parameters measured in the second stage (Year-1): a) intestinal characteristics (intestinal histology and number of intestinal microbial colonies), b) blood haematological values (erythrocytes, haemoglobin, haematocrit, leukocytes, heterophils, lymphocytes, cholesterol, glucose, and pH of blood), and c) growth performance (initial weight, final weight, body weight gain, feed consumption, feed conversion, and feed efficiency, and mortality).
The first year of research was experimentally designed using a completely randomized design (CRD) with 10 treatments, and each treatment was repeated 3 times. The treatments consisted of basal feed, basal feed + methionine, feed containing wheat bran (by-product), feed containing spinach (vegetables), and feed containing beetroot (tubers); each was tested on local chickens with different drum densities. Data obtained from observations were analyzed using analysis of variance, and differences between treatments were analyzed using Duncan’s Multiple Distance Test.