
Calon Promotor Padjadjaran Doctoral Scholarship Tahun 2024
Nama Lengkap : Dr. Apt. Yasmiwar Susilawati, M.Si.
E-mail : [email protected]
Bidang Keahlian : Farmasi Bahan Alam (Farmakognosi_Fitokimia)
Prodi S3 Calon Mahasiswa: Farmasi
Judul Penelitian yang Ditawarkan:
Potensi Antiinflamasi dan Penyembuh Luka dari Ekstrak dan Minyak Atsiri Daun Lintut (Strobilanthus kalimantanesis): Spesies Baru Endemik Kalimantan
Anti-Inflammatory and Wound Healing Potential of Extracts and Essential Oils of Lintut Leaves (Strobilanthus kalimantanesis): New Species Endemic to Kalimantan
Abstrak: Ragam tumbuhan obat di Indonesia telah lama digunakan secara tradisional sebagai alternatif suatu pengobatan. Tanama Lintut (Strobilanthes kalimantanensis) secara tradisional sering dimanfaatkam oleh Masyarakat Dayak Tunjang dari Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur, salah satunya digunakan dalam pengobatan gangguan pernapasan. Selain itu, berdasarkan hasil riset pendahuluan diketahui bahwa minyak atsiri daun Lintut juga diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi pada konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Namun efek wound healing dan mekanisme antiinflamasi dari senyawa aktif dalam tanaman ini belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kandungan senyawa ekstrak dan minyak atsiri yang bertanggung jawab terhadap aktivitas wound healing dan antiinflamasi, (2) Mengetahui aktivitas wound healing ekstrak dan minyak atsiri, (3) Mengetahui aktivitas esktrak dan minyak atsiri sebagai antiinflamasi, (4) Mengetahui senyawa aktif wound healing dan antiinflamasi dari isolasi ekstrak dan minyak atsiri, (5) Mengetahui aktivitas senyawa aktif ekstrak dan minyak atsiri pada wound healing dan antiinflamasi. Metode pengujian wound healing dilakukan dengan uji gores pada 12-well plate menggunakan sel BJ, sedangkan pengukuran antiinflamasi dilakukan terhadap kadar Nitric Oxide dan ekspresi mRNA pro-inflammatory genes. Penelitian ini akan menyajikan data kandungan senyawa aktif serta aktivitas wound healing dan antiinflamasi senyawa aktif ektrak dan minyak atsiri, sehingga pada akhirnya akan mampu mengungkapkan potensi Strobilanthes kalimantanensis sebagai kandidat bahan baku obat alami asli Kalimantan.
KATA KUNCI: Wound healing, Antiinflamasi, Lintut, Ekstrak, Atsiri
Abstract: A variety of medicinal plants in Indonesia have long been used traditionally as an alternative treatment. The Lintut plant (Strobilanthes kalimantanensis) is traditionally often used by the Dayak Tunjang Community from West Kutai Regency, East Kalimantan, one of which is used in the treatment of respiratory disorders. However, our previous research found that Lintut leaf essential oil is also known to have anti-inflammatory activity at conc. 10, 15 and 20%. The wound healing effects and anti-inflammatory mechanisms of the active compounds in this plant have yet to be studied. This study aims to (1) Identify the compound content of extracts and essential oils which are responsible for wound healing and anti-inflammatory activity, (2) Determine the wound healing activity of extracts and essential oils, (3) Determine the activity of extracts and essential oils as anti-inflammatory, (4) Knowing the active compounds in wound healing and anti-inflammatory from isolated extracts and essential oils, (5) Knowing the activity of active compounds in extracts and essential oils in wound healing and anti-inflammatory. The wound healing testing method was carried out using a scratch test on a 12-well plate using BJ cells, while anti-inflammatory measurements were carried out on Nitric Oxide levels and mRNA expression of pro-inflammatory genes. This research will present data on the content of active compounds as well as the wound healing and anti-inflammatory activity of active compounds in extracts and essential oils so that, in the end, it will be able to reveal the potential of Strobilanthes kalimantanensis as a candidate for natural medicine raw materials from Kalimantan.
KEYWORDS: Wound healing, Anti-inflammatory, Lintut, Extract, Essential