Pusat Riset Perdamaian dan Kerjasama Selatan-Selatan atau Research Center for Peacebuilding and the Global South (RCPGS) Universitas Padjadjaran adalah pusat riset yang berfokus pada isu perdamaian, keamanan, serta dinamika kerjasama di kawasan Selatan-Selatan. RCPGS berada di bawah koordinasi Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian pada Masyarakat (DRHPM) Universitas Padjadjaran. RCPGS diinisiasi sejak Agustus 2023 sebagai upaya membangun sebuah platform studi perdamaian di Indonesia, melalui riset, advokasi kebijakan, serta kolaborasi internasional.
Pusat riset ini hadir sebagai platform strategis untuk menjembatani riset akademik dengan advokasi kebijakan yang berdampak nyata. RCPGS bercita-cita menjadi pusat unggulan (center of excellence) yang tidak hanya memetakan konflik, tetapi juga aktif membangun kapasitas masyarakat sipil sebagai mediator dan penjaga perdamaian, khususnya dalam situasi pascakonflik. Melalui pendekatan yang mengakar pada kekayaan pengalaman sejarah dan kearifan lokal Indonesia, RCPGS berupaya memperkuat posisi diplomasi Indonesia di tingkat regional dan global dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan perdamaian yang inklusif.
RCPGS dipimpin oleh seorang Direktur Eksekutif yang mengelola tim inti yang terdiri dari para peneliti berdedikasi, staf program dan staf proyek. Direktur Eksekutif memegang tanggung jawab atas arah strategis dan manajemen operasional guna memastikan seluruh aktivitas pusat riset selaras dengan tujuan universitas. Para peneliti bertugas menghadirkan kepakaran ilmiah dan kolaborasi lintas disiplin untuk mendorong riset aktual dan menjangkau masyarakat luas. Sementara itu, staf program dan proyek bertanggung jawab untuk mengimplementasikan program dan proyek agar mencapai target yang ditetapkan, baik secara internal maupun melalui kolaborasi dengan pihak eksternal. Fungsi utama RCPGS mencakup riset dan publikasi, advokasi kebijakan, pengembangan kapasitas sipil, dan pembangunan kemitraan. Fungsi-fungsi ini diwujudkan melalui berbagai aktivitas seperti studi tematik, policy brief, naskah akademik, lokakarya pelatihan, forum publik, konferensi, program pemberdayaan masyarakat, serta inisiatif jejaring internasional.
Tujuan
Menjadi pusat unggulan Indonesia dalam agenda bina perdamaian dan kerjasama pembangunan dengan mengkaji dan mengembangkan kekayaan pengalaman Indonesia dan kearifan lokal Indonesia dalam bidang tersebut.
Visi
Menjadi pusat riset unggulan dengan membangun kapasitas masyarakat sipil sebagai mediator dan penjaga perdamaian dalam situasi pascakonflik, sembari memperkuat diplomasi Indonesia melalui kerjasama pembangunan berkelanjutan di tingkat regional dan global.
Misi
- Melakukan riset multidisiplin terkait isu perdamaian, kerjasama dan diplomasi dengan perspektif Selatan-Selatan.
- Menjadi mitra strategis bagi pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta dalam mendukung kebijakan berbasis riset.
- Membangun jejaring riset lintas universitas di Asia Tenggara dan Pasifik.
- Mengembangkan kapasitas akademisi, praktisi, dan generasi muda melalui program pendidikan, pelatihan, dan pemberian beasiswa.
- Mendorong peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian serta kerjasama pembangunan di kawasan.
Bidang Kegiatan
- Riset dan Publikasi Ilmiah yang Aplikatif
RCPGS berfokus pada studi komprehensif mengenai bina perdamaian (peacebuilding) dan dinamika kerjasama pembangunan di kawasan Selatan-Selatan dengan mengutamakan metodologi yang berbasis pada pengalaman nyata di lapangan dan pengembangan komunitas. Hasil riset kami ditargetkan menghasilkan model harmoni sosial yang dapat diterapkan secara praktis, guna mengisi kesenjangan data sistematis mengenai pengalaman bina perdamaian khas Asia Tenggara.
- Advokasi Kebijakan Berbasis Bukti
RCPGS menjembatani kesenjangan antara temuan ilmiah dan implementasi praktis melalui penyusunan policy brief, naskah akademik, dan masukan strategis bagi pembuat kebijakan di tingkat nasional maupun regional. Keberhasilan advokasi diukur melalui pengadopsian regulasi yang inklusif oleh otoritas yang berwenang dalam melindungi keberagaman dan memungkinkan terciptanya harmoni di antara kelompok masyarakat yang berbeda.
- Pembangunan Kapasitas Sipil dan Kepemimpinan Lokal
Melalui pusat pelatihan, seminar, dan lokakarya, RCPGS membekali instansi pemerintah, akademisi, mahasiswa, hingga perangkat desa dengan keterampilan fasilitasi dialog konstruktif. Fokus utama kami adalah membangun kemandirian aktor lokal agar mampu mengelola keberagaman secara berkelanjutan, sehingga muncul pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh dalam menjaga kohesi sosial di wilayahnya masing-masing.
- Kolaborasi Internasional dan Konektivitas Regional
RCPGS menjalin kemitraan strategis dengan lembaga donor internasional terkemuka seperti Temasek Foundation dan Nippon Foundation, serta memperkuat jejaring antar-universitas di Asia Tenggara dan Pasifik. Kolaborasi ini memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan (cross-learning) dan mobilisasi sumber daya global yang disalurkan langsung ke program-program penguatan koneksi lintas komunitas di kawasan yang terdampak konflik.
- Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Terdampak
RCPGS turun langsung ke wilayah-wilayah yang memiliki tantangan kohesi sosial, mulai dari zona pascakonflik hingga area dengan sengketa penghidupan ekonomi. Program pemberdayaan kami dirancang secara sensitif terhadap konflik (conflict-sensitive approach) dengan melibatkan kelompok marjinal, perempuan, dan pemuda sebagai aktor utama dalam pemulihan ekonomi dan penguatan modal sosial demi terciptanya kemandirian komunitas yang hakiki.
Layanan Pusat Riset
Sebagai pusat kepakaran khusus (specialised expertise hub) yang menyediakan layanan teknis bagi mitra pemerintah, organisasi internasional, maupun sektor privat, layanan kami dirancang untuk mengubah data riset menjadi instrumen perubahan sosial yang praktis melalui skema berikut:
- Konsultasi Kebijakan dan Pengukuran Dampak
RCPGS menyediakan layanan konsultasi strategis untuk membantu otoritas nasional dan lokal dalam merancang kerangka kerja kebijakan yang inklusif. Layanan ini mencakup pengukuran dampak program yang berorientasi pada manfaat sosial nyata di mana keberhasilan diukur melalui sitasi akademik dan adopsi regulasi yang melindungi keberagaman.
- Penyusunan Modul dan Kurikulum Perdamaian
RCPGS berfokus pada integrasi teori dan praktik, melayani pengembangan kurikulum pendidikan perdamaian dan harmoni yang disesuaikan dengan konteks regional. Layanan ini mencakup pengembangan modul pelatihan bagi mahasiswa, akademisi, dan pemimpin komunitas untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memfasilitasi dialog konstruktif secara mandiri.
- Pemetaan Kebutuhan Komunitas (Needs Mapping)
RCPGS menawarkan jasa pemetaan kebutuhan secara partisipatif di wilayah-wilayah terdampak konflik atau area pembangunan. Melalui metode ini, kami membantu mitra mengidentifikasi tantangan, potensi lokal, serta aspirasi masyarakat guna memastikan bahwa inisiatif pembangunan atau bina perdamaian tepat sasaran dan peka terhadap konteks budaya setempat.
- Fasilitasi Dialog Multisektoral dan Jejaring Strategis
RCPGS menyediakan layanan pengelolaan forum dialog kompleks yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari kementerian, lembaga donor, hingga kelompok marginal. Kami bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan sumber daya global dengan kebutuhan lokal, memastikan bantuan internasional tersalurkan secara efisien melalui program-program yang memperkuat kohesi sosial.
- Pendampingan Teknis dan Analisis Strategis Kawasan
RCPGS memberikan dukungan teknis dalam penyusunan naskah akademik dan kajian strategis mengenai dinamika kerja sama Selatan-Selatan. Layanan ini membantu mitra memahami lanskap perdamaian di Asia Tenggara secara komprehensif, memberikan wawasan berbasis bukti untuk menghadapi tantangan keamanan serta memperkuat jalur diplomatik antar-kawasan.
Publikasi dan Karya dalam Tiga Tahun Terakhir
- Pendirian Indonesian Peacebuilding Institute (IPI) (2025 – 2026)
Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor utama dalam perdamaian global, RCPGS mempelopori pendirian Indonesian Peacebuilding Institute (IPI) melalui kolaborasi strategis dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. IPI dirancang untuk menjalankan fungsi-fungsi krusial berikut: Laboratorium Kebijakan dan Strategi, Pusat Integrasi Pengetahuan, Jembatan Diplomasi Jalur Kedua
- Publikasi Jurnal Internasional: Academic Communities as ‘Liminal Safe Spaces’: Reflections on Academia’s Role in Myanmar’s Peacebuilding (2026)
Dipublikasikan dalam Journal of Peacebuilding & Development (SAGE Publications), penelitian ini mengeksplorasi peran krusial akademisi di Myanmar di tengah tekanan politik pasca-konflik. Melalui kerangka kerja liminal agency dan safe discursive space, karya ini mendokumentasikan bagaimana komunitas akademik dapat berfungsi sebagai ruang aman bagi komunikasi damai, bahkan dalam situasi politik yang sangat terbatas.
- Pengembangan Platform Regional: Southeast Asia Inter-University Network for Harmony
RCPGS mempelopori pembentukan jaringan universitas di Asia Tenggara yang melibatkan mitra di Thailand dan Filipina untuk mengembangkan pendekatan khas kawasan terhadap bina perdamaian. Karya ini mencakup pengembangan kurikulum pendidikan perdamaian regional yang mengintegrasikan hasil studi pengembangan masyarakat dari tiga negara utama: Indonesia, Thailand, dan Filipina.
- Program Ketahanan Akademik: Academic Resilience and Peacebuilding in Myanmar (2024–2025)
Inisiatif ini merupakan perwujudan praktis dari riset kami dalam mempertahankan konektivitas internasional bagi komunitas akademik di Myanmar. Selain menghasilkan riset berbasis bukti, program ini berhasil menciptakan ruang diskusi yang aman bagi komunikasi damai melalui pendekatan yang peka terhadap konflik (conflict-sensitive approach).
- Inisiatif Bina Perdamaian Lintas Agama (2024)
Melalui kemitraan dengan Prince of Songkla University dan Mindanao State University, RCPGS meluncurkan program “Inter-University Peacebuilding and Interfaith Initiatives”. Karya ini berhasil mengintegrasikan pengakuan budaya ke dalam kebijakan komunitas lokal di wilayah Thailand Selatan dan Filipina Selatan, membuktikan efektivitas dialog antaragama sebagai instrumen perdamaian.
- Dialog Kebijakan Strategis: Visions of Youth (2025)
Berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, kami menyelenggarakan dialog kebijakan bertajuk “Memperkuat Jalur Diplomasi antara Indonesia dan Afrika”. Inisiatif ini memosisikan kaum muda sebagai penggerak inovasi sosial dan menghasilkan jaringan people-to-people yang memperkuat kerangka kerjasama Selatan-Selatan.
- Kontribusi Literatur Ilmiah Global
Kepakaran tim kami juga tercermin dalam berbagai publikasi internasional lainnya, termasuk kajian mengenai konservatisme Islam dan politik identitas (Routledge, 2023) serta analisis strategis mengenai dinamika politik kawasan dan reformasi tata kelola pemerintahan yang dipublikasikan di berbagai forum pemikir global.
Profil Ketua Pusat Riset
Irman G. Lanti, adalah Direktur Eksekutif pada Pusat Riset Perdamaian dan Kerjasama Selatan-Selatan, Universitas Padjadjaran, Bandung dan Pengajar Senior pada Departemen Hubungan Internasional, FISIP Unpad. Ia mendapatkan gelar doktoratnya dalam bidang Ilmu Politik dari University of British Columbia, Vancouver, Kanada, Maret 2004. Ia merampungkan Sarjana Ilmu Politik pada jurusan Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Padjadjaran di Bandung, Juli 1993 dan Master of Arts dari Elliott School of International Affairs, George Washington University, Washington, D.C. Januari 1996.
Publikasinya antara lain termasuk Perceiving Indonesian Approaches to International Relations Theory, ditulis bersama Leonard C. Sebastian, dalam Amitav Acharya and Barry Buzan, eds. “Non-Western International Relations Theory: Perspectives on and beyond Asia,” London: Routledge, 2010. Yang terbaru adalah Examining the Growth of Islamic Conservatism in Indonesia: The Case of West Java, ditulis bersama Akim dan Windy Dermawan, dalam Leonard C. Sebastian, Syafiq Hasyim, Alexander R. Arifianto, eds. “Rising Islamic Conservatism in Indonesia: Islamic Groups and Identity Politics, London: Routledge, 2021.
Pengalaman profesional Dr. Lanti selama lebih dari satu dekade di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga lain, di antaranya sebagai: Partnership and Business Development Specialist di UNOPS; Senior Technical Advisor di UNDP; Assistant Country Director UNDP Indonesia; Direktur Eksekutif di Yayasan TIFA; Peneliti Senior dan Direktur Program di The Habibie Center; serta beberapa pengalaman profesional lainnya. Sepanjang karirnya, Dr. Irman juga sering diundang sebagai Visiting Research Fellow di institusi bergengsi seperti ISEAS (Singapura), RSIS (Singapura), dan IDE-Jetro (Jepang).
Alamat Kantor
Research Center for Peacebuilding and the Global South (RCPGS), Lantai 2 Gedung B, Pascasarjana FISIP Universitas Padjadjaran
Jl. Bukit Dago Utara No.25, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135
E-mail: Irman G. Lanti, Kepala Pusat Riset: [email protected]
Nurul Hayana, Sekretaris Pusat Riset: [email protected]