
Calon Promotor Program Padjadjaran Excellence Fastrack Scholarship Tahun 2024
Nama Lengkap : apt. Arif Budiman, M.Si., Ph.D.
E-mail : [email protected]
Bidang Keahlian : Pharmaceutical Technology / Molecular Pharmaceutics
Prodi S2 Calon Mahasiswa: Farmasi
Prodi S3 Calon Mahasiswa: Farmasi
Judul Penelitian yang Ditawarkan:
Studi Mekanisme Amorfisasi Dari Alfa Mangostin Dengan Menggunakan Metode Dispersi Padat Terner Sebagai Sistem Penghantar Obat Yang Potensial Untuk Pengobatan Kanker
Payudara Study of the Amorphization Mechanism of Alpha Mangostin in the Ternary Solid Dispersion as a Potential Drug Delivery System for Breast Cancer Treatment
Abstrak:
Alfa mangostin (AM) merupakan senyawa xanton yang diisolasi dari ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostan). Akan tetapi, AM memilliki karakater biofarmasi yang sama dengan kelompok BCS II dimana memiliki kelarutannya yang rendah dalam air meskipun permeabilitas membrannya yang tinggi, sehingga bioavailabilitas AM menjadi terbatas karena laju disolusi yang rendah. Hal ini menjadi hambatan bagi peneliti di bidang farmasi untuk mengembangkan produk/sediaan farmasi dari AM khususnya sediaan oral. Oleh karena itu strategi untuk meningkatkan kelarutan dari AM tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengembangan formulasi sediaan oral. Teknologi amorfisasi merupakan pendekatan yang sangat menjanjikan dalam meningkatkan bioavaibilitas zat aktif farmasi karena dapat meningkatkan kelarutan obat hingga puluhan kali dari kelarutan kristal zat aktif. Sistem dispersi padat terner (SDT) merupakan sistem dispersi padat dari bahan aktif farmasi yang didispersikan menjadi dua eksipien berbeda pada keadaan padat. Penambahan polimer sebagai komponen ketiga dapat membentuk ikatan hidrogen dengan obat dan polimer, yang mengarah ke sistem yang lebih stabil secara termodinamika. Sistem ini juga menghasilkan peningkatan sinergis dari stabilitas dan disolusi amorf serta penghambatan presipitasi dan supersaturasi. Pengembangan bahan baku SDT ini diharapkan dapat berkontribusi besar dalam pengembangan bahan baku obat khususnya isolat dari tanaman Indonesia yang bisa diformulasikan dalam bentuk sediaan oral.
Abstract:
Alpha-mangostin (AM) is a xanthone derivative compound from the pericarp of the mangosteen fruit (Garcinia mangostana L. However, it has poor aqueous solubility and low oral bioavailability, which categorized into BCS Class II based on the Biopharmaceutical Classification System (BCS). This creates a difficult challenge in the development of oral dosage forms due to their associated low bioavailability. Therefore, developing a strategy to improve drug solubility is necessary, especially for oral administration. Drug amorphization is one of the most promising formulations for enhancing dissolution behavior and the bioavailability of poorly water-soluble drugs. Amorphous drugs tend to have disordered structures and higher free energy compared to their crystalline counterparts, which improves their aqueous solubility. The implementation of ternary solid dispersion (TSD) systems presents a pioneering strategy for augmenting the solubility, wettability, and physical stability of amorphous drugs. By incorporating a third component into the formulation, notable advancements have been observed in reducing the drug’s particle size. This system is expected to contribute in the development of raw material, especially isolate compounds from Indonesian plants which can be formulated in oral dosage forms.