May 7, 2026

BPDP 2026-Sunu Widianto

Calon Promotor Program Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran Tahun 2026

 

Nama Lengkap : Prof. Sunu Widianto, Ph.D.

E-mail [email protected]

Bidang Keahlian : Leadership, Strategy, Organizational Behaviour

Prodi S3 Calon Mahasiswa: Ilmu Manajemen

Judul Penelitian yang Ditawarkan:

Kecerdasan Buatan dan Inklusi di Tempat Kerja: Meneliti Bagaimana AI Membentuk Pengalaman Kerja yang Inklusif

Artificial Intelligence and Workplace Inclusion: Examining How AI Shapes Inclusive Work Experiences

 

Abstrak:

Adopsi kecerdasan buatan (AI) yang cepat di tempat kerja telah mengubah cara organisasi merekrut, mengevaluasi, mengkoordinasikan, dan mendukung karyawan. AI semakin tertanam dalam manajemen sumber daya manusia, pemantauan kinerja, sistem komunikasi, dan proses pengambilan keputusan. Meskipun AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan skalabilitas, AI juga menimbulkan kekhawatiran penting terkait keadilan, transparansi, suara karyawan, dan rasa memiliki. Pada saat yang sama, inklusi di tempat kerja telah menjadi isu penting dalam penelitian organisasi, yang mengacu pada pengalaman karyawan tentang merasa dihargai, dihormati, dan mampu berpartisipasi secara autentik sambil mempertahankan keunikan mereka. Meskipun penelitian tentang AI di tempat kerja dan penelitian tentang inklusi di tempat kerja telah berkembang secara signifikan, studi yang meneliti persimpangan keduanya masih terbatas. Hal ini menciptakan kesenjangan penting, karena AI dapat mendorong inklusi dengan mengurangi bias manusia dan meningkatkan akses ke peluang, atau melemahkan inklusi ketika sistem algoritmik tidak transparan, bias, atau eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana penggunaan AI di tempat kerja memengaruhi persepsi karyawan tentang inklusi di tempat kerja. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme psikologis dan relasional yang melaluinya AI membentuk pengalaman kerja inklusif, dan untuk mengeksplorasi kondisi organisasi di mana AI mendukung atau menghambat inklusi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoritis dengan mengintegrasikan literatur AI di tempat kerja dan inklusi, dan secara praktis dengan memberikan informasi tentang implementasi AI yang lebih berpusat pada manusia dan inklusif di organisasi. Penelitian ini akan dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, penelitian ini akan melakukan tinjauan literatur untuk mengembangkan kerangka kerja konseptual yang menghubungkan penggunaan AI, inklusi, dan variabel mediasi atau moderasi yang relevan seperti keamanan psikologis, kepercayaan, persepsi keadilan, atau kepemimpinan inklusif. Kedua, pengembangan dan adaptasi instrumen akan dilakukan dengan memilih skala yang telah divalidasi dan mengkontekstualisasikannya ke lingkungan kerja yang didukung AI. Ketiga, pengumpulan data akan dilakukan melalui survei terhadap karyawan yang bekerja di organisasi yang menggunakan sistem yang didukung AI. Keempat, analisis data kuantitatif akan dilakukan menggunakan teknik multivariat seperti pemodelan persamaan struktural untuk menguji hubungan yang diusulkan. Terakhir, temuan-temuan tersebut akan diinterpretasikan untuk menghasilkan implikasi teoretis dan rekomendasi praktis untuk tata kelola AI inklusif di tempat kerja.

 

Abstract:

The rapid adoption of artificial intelligence (AI) in workplaces has transformed how organizations recruit, evaluate, coordinate, and support employees. AI is increasingly embedded in human resource management, performance monitoring, communication systems, and decision-making processes. While AI offers opportunities to improve efficiency, consistency, and scalability, it also raises important concerns regarding fairness, transparency, employee voice, and belonging. At the same time, workplace inclusion has become a critical issue in organizational research, referring to employees’ experience of being valued, respected, and able to participate authentically while maintaining their uniqueness. Although research on AI at work and research on workplace inclusion have both grown significantly, studies examining their intersection remain limited. This creates an important gap, as AI may either foster inclusion by reducing human bias and increasing access to opportunities, or undermine inclusion when algorithmic systems are opaque, biased, or exclusionary. The objective of this study is to examine how AI use in the workplace influences employees’ perceptions of workplace inclusion. Specifically, the study aims to identify the psychological and relational mechanisms through which AI shapes inclusive work experiences, and to explore the organizational conditions under which AI supports or hinders inclusion. The study is expected to contribute theoretically by integrating the AI-at-work and inclusion literatures, and practically by informing more human- centered and inclusive AI implementation in organizations. The research will be conducted in several stages. First, the study will undertake a literature review to develop a conceptual framework linking AI use, inclusion, and relevant mediating or moderating variables such as psychological safety, trust, fairness perception, or inclusive leadership. Second, instrument development and adaptation will be conducted by selecting validated scales and contextualizing them to AI-enabled work settings. Third, data collection will be carried out through a survey of employees working in organizations that use AI-supported systems. Fourth, quantitative data analysis will be conducted using multivariate techniques such as structural equation modeling to test the proposed relationships. Finally, the findings will be interpreted to generate theoretical implications and practical recommendations for inclusive AI governance at work.

 

 

Artikel terkait